BANYUMASEKSPRES.ID, Aktris Masayu Anastasia kembali menunjukkan totalitas aktingnya melalui film terbaru berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk.
Dalam film bergenre Forensic Psychological Thriller tersebut, Masayu dipercaya memerankan seorang dokter forensik yang menangani berbagai kasus kematian misterius.
Film produksi Karya Kreatif Utama ini terinspirasi dari kisah nyata dokter forensik ternama Indonesia, dr. Sumy Hastry Purwanti, sehingga proses pendalaman karakter menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para pemain.
Masayu mengaku harus mempelajari banyak hal sebelum menjalani proses syuting.
Tidak hanya menghafal berbagai istilah medis, ia juga mempelajari prosedur autopsi agar mampu memerankan profesinya secara realistis di depan kamera.
“Tantangannya adalah menghapalkan bahasa-bahasa kedokteran, bahasa kepolisian, terus cara otopsi yang benar begitu, karena, kan, aku juga enggak mau sembarangan begitu, kan,” ujar Masayu Anastasia.
Demi menghasilkan akting yang meyakinkan, Masayu tidak hanya belajar dari naskah.
Ia juga memperdalam pengetahuan mengenai dunia forensik, termasuk membaca buku-buku patologi dan memahami prosedur pemeriksaan jenazah.
Menurutnya, memerankan seorang dokter forensik menuntut ketelitian karena setiap tindakan dalam adegan autopsi harus sesuai dengan prosedur medis yang sebenarnya.
Keseriusan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karakter yang autentik sekaligus menghormati profesi dokter forensik.
Meski banyak orang menganggap ruang autopsi menyeramkan, Masayu justru merasakan pengalaman berbeda selama proses syuting.
Ia mengaku tidak merasa takut ataupun jijik ketika harus berada di ruang autopsi lengkap dengan replika organ tubuh manusia yang digunakan sebagai properti film.
Bahkan, lokasi syuting tersebut dianggapnya sebagai “playground” atau tempat bermain karena rasa penasarannya yang sangat besar.
“Enggak, karena aku tiap di lokasi itu, setiap di set ruang autopsi, aku selalu bilang ini ‘playground’. Jadi, sampai semuanya di lokasi itu sudah manggil aku ‘Bu Dokter, Bu Dokter’,” katanya.
Saat kru sibuk mempersiapkan adegan, Masayu justru menghabiskan waktu dengan mengeksplorasi berbagai alat medis dan properti yang ada di ruang autopsi.
Ia mengaku tertarik mempelajari replika tubuh manusia yang digunakan selama proses produksi film.
“Karena aku terkadang asyik sendiri gitu. Mereka lagi nge-set, aku lagi asyik sendiri begitu lihat apa, megang-megang part fake body-nya itu,” tuturnya.
Masayu mengungkapkan bahwa dirinya sendiri yang meminta kesempatan untuk mengunjungi ruang autopsi sebagai bagian dari riset karakter.
Awalnya ia mengira akan merasa takut atau bahkan menangis ketika berada di lokasi tersebut. Namun, kenyataannya justru berbeda.
Menurutnya, pengalaman itu membuka wawasan baru mengenai dunia kedokteran forensik sekaligus membuatnya semakin menghargai profesi dokter forensik.
“Aku pikir aku bakal nangis apa segala macam, dan ternyata aku malah kayak, ‘oh begini’. Dalamnya kita jadi banyak pelajaran juga. Terus di set ada buku patologi dan segala macam, dan itu benar-benar aku baca,” ungkapnya.
Selain dibintangi Masayu Anastasia, Autopsy: Dead Body Can Talk juga menghadirkan sejumlah aktor ternama seperti Teuku Rifnu Wikana, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, dan Riyuka Bunga.
Mengusung genre Forensic Psychological Thriller, film ini menawarkan cerita penuh misteri, investigasi, serta ketegangan psikologis yang terinspirasi dari pengalaman nyata di dunia forensik Indonesia.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026 dan menjadi salah satu film thriller Indonesia yang paling dinantikan tahun ini. (*/stch/dda)
















