BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, kembali menunjukkan hasil positif.
Melalui Unit Konveksi Nusakambangan, para warga binaan berhasil menyelesaikan pesanan kaos untuk lima karesidenan di Provinsi Jawa Tengah.
Pesanan tersebut mencakup wilayah Karesidenan Pekalongan, Banyumas, Kedu, Surakarta, dan Pati Raya.
Seluruh proses produksi dikerjakan langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan yang rutin dilaksanakan di Lapas Nirbaya.
Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, mengatakan keberhasilan menyelesaikan pesanan dalam jumlah besar menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk etos kerja yang profesional bagi warga binaan.
Menurutnya, proses pembinaan di Lapas Nirbaya dirancang agar para warga binaan memiliki kemampuan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Seluruh tahapan produksi dilakukan di Unit Konveksi Nusakambangan.
Mulai dari proses pemotongan bahan, penjahitan, penyablonan, hingga pemeriksaan kualitas atau quality control, semuanya dikerjakan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas lapas dan instruktur yang berpengalaman.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas serta mampu memenuhi kebutuhan pemesan.
Dengan sistem kerja yang terarah, warga binaan dilatih mengikuti prosedur produksi layaknya industri konveksi profesional.
Selain memperoleh keterampilan menjahit dan produksi garmen, warga binaan juga dibiasakan bekerja secara disiplin, bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Mereka juga dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
Menurut Helmi Najih, pembiasaan budaya kerja tersebut menjadi salah satu tujuan utama program pembinaan kemandirian.
Tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, program ini juga membangun karakter positif yang dibutuhkan saat warga binaan kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Program konveksi di Lapas Nirbaya merupakan salah satu bentuk pembinaan vokasional yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan daya saing warga binaan di dunia kerja.
Bekal keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri setelah bebas nanti.
Keberhasilan menyelesaikan pesanan dari lima karesidenan di Jawa Tengah menunjukkan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan berkualitas.
Melalui program pembinaan kemandirian seperti ini, Lapas Nirbaya berharap proses pembinaan tidak hanya berfokus pada masa hukuman, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi yang mempersiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan kerja yang bermanfaat. (jul/stch/dda)
















