Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sport Tourism Dinilai Mampu Dongkrak PAD Banyumas, DPRD Minta Dinporabudpar Lebih Kreatif

DPRD Tantang Kembangkan Sport TourismDPRD Tantang Kembangkan Sport Tourism
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – DPRD Kabupaten Banyumas mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencari sumber baru pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Salah satu strategi yang dinilai memiliki prospek besar adalah pengembangan sport tourism atau wisata olahraga yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, mengatakan selama ini Banyumas masih sangat bergantung pada wisata alam sebagai daya tarik utama.

Padahal, masih banyak potensi lain yang dapat dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata.

Menurutnya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas perlu lebih kreatif dalam menciptakan ekosistem wisata yang lebih beragam agar mampu bersaing dengan daerah lain.

“Harapannya bisa membentuk ekosistem wisata yang berbeda. Misalnya, kalau selama ini mengandalkan alam ya,” ujarnya.

Arief menilai tren olahraga, khususnya lari (running), yang berkembang pesat di Purwokerto menjadi peluang besar untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah ajang lari berskala besar mulai rutin digelar di Banyumas dan berhasil menarik peserta dari berbagai daerah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sport tourism memiliki pasar yang terus berkembang.

“Misalnya katakanlah yang lagi ramai itu lari, sport tourism. Itu bisa kita kembangkan,” jelas Arief.

Ia menilai penyelenggaraan event olahraga tidak hanya meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Menurut Arief, setiap penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun regional berpotensi menghadirkan ribuan peserta beserta keluarga dan pendukungnya.

Kehadiran wisatawan tersebut akan meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke objek wisata, konsumsi di restoran, hingga penjualan produk UMKM lokal.

Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara acara, tetapi juga oleh masyarakat dan pelaku usaha di Banyumas.

Arief mengaku pernah mengamati penyelenggaraan event lari di Bandung yang mendapat respons kurang positif dari sebagian masyarakat sekitar.

Menurutnya, Banyumas memiliki keunggulan berupa masyarakat yang dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan. Kondisi tersebut dapat menjadi nilai tambah apabila sport tourism dikembangkan secara serius.

“Masyarakat kita ramah, terbuka. Kalau kita maksimalkan, okupansi hotel lebih tinggi dan roda perputaran ekonomi bisa lebih banyak di Purwokerto,” katanya.

Arief menegaskan keberhasilan sektor pariwisata sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah membaca tren dan peluang yang berkembang.

Karena itu, Dinporabudpar diminta lebih aktif menghadirkan inovasi sehingga Banyumas tidak hanya mengandalkan wisata alam sebagai sumber kunjungan wisatawan.

Menurutnya, diversifikasi produk wisata menjadi langkah penting agar sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Eksekutif mesti pintar membaca peluang yang ada,” ujarnya.

DPRD Banyumas berharap pemerintah daerah segera menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih inovatif dan berorientasi pada peningkatan ekonomi daerah.

Pengembangan sport tourism dinilai dapat menjadi salah satu alternatif terbaik karena mampu menghadirkan wisatawan dalam jumlah besar, memperpanjang lama tinggal pengunjung, meningkatkan okupansi hotel, memperkuat sektor UMKM, serta mendorong peningkatan PAD Kabupaten Banyumas. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dapur MBG untuk Usaha Menengah

Menteri UMKM Jelaskan Alasan Dapur MBG Dikelola Usaha Menengah, Modal Capai 3 Miliar

Berita Selanjutnya
Target Ekspor Kopi Gayo Naik

Menteri Pertanian Dorong Ekspor Kopi Gayo Naik Lima Kali Lipat