Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dinkes PPKB Kebumen Ajak Ayah Aktif Mengasuh Anak dan Bangun Keluarga Berkualitas

Dinkes Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam KeluargaDinkes Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga
NARASUMBER: Salim Wazdy saat menjadi narasumber dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 yang digelar diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen di kawasan Pantai Kembar, Kecamatan Puring, Rabu (15/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kabupaten Kebumen menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat mengenai besarnya peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berkarakter.

Dalam kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen di kawasan Pantai Kembar, Kecamatan Puring, Rabu (15/7), berbagai pihak menekankan bahwa sosok ayah tidak hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan karakter anak.

Kegiatan Harganas 2026 tersebut dihadiri oleh Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen dr. Iwan Danardono, jajaran Dinkes PPKB, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Puring, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Sebelum memasuki acara utama, peserta mengikuti senam bersama yang diikuti masyarakat umum serta komunitas sepeda onthel yang mayoritas anggotanya merupakan para ayah.

Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak para kepala keluarga agar semakin aktif hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga secara emosional dan psikologis.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, ayah memiliki kedudukan sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab membimbing seluruh anggota keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, seorang ayah bukan sekadar bekerja mencari nafkah, tetapi juga menjadi pendidik pertama, pelindung keluarga, sekaligus teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak membutuhkan kehadiran ayah, bukan hanya nafkah. Kehadiran secara emosional sama pentingnya dengan kehadiran secara fisik,” tegas Salim.

Ia menjelaskan bahwa keluarga sakinah dibangun di atas fondasi keimanan yang kuat, kemudian diperkuat dengan ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah).

Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui komunikasi yang baik antara suami dan istri, pendidikan agama yang konsisten, serta lingkungan rumah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Salim juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini.

Mulai dari meningkatnya angka perceraian, pernikahan usia anak, gaya hidup konsumtif dan hedonis, praktik nikah siri, hingga dampak perkembangan teknologi yang membuat hubungan antaranggota keluarga semakin renggang.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah fatherless, yaitu kondisi ketika anak kehilangan figur ayah dalam proses tumbuh kembangnya.

Menurut Salim, fatherless tidak selalu terjadi karena ayah meninggal dunia, tetapi juga dapat muncul ketika ayah terlalu sibuk bekerja, kurang berkomunikasi, tidak terlibat dalam pengasuhan, atau jarang meluangkan waktu bersama anak.

Fenomena tersebut dinilai memiliki dampak serius terhadap perkembangan psikologis anak.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh tanpa kehadiran aktif seorang ayah cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah, kesulitan mengendalikan emosi, mudah marah, merasa kesepian, kehilangan arah hidup, hingga berisiko mengalami gangguan kesehatan mental.

Karena itu, kehadiran ayah dalam keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia.

Salim menegaskan bahwa peran ayah harus dipahami secara utuh sebagai pemimpin keluarga yang memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak membutuhkan figur yang mampu memberikan kasih sayang, perhatian, bimbingan, serta rasa aman agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas.

Sementara itu, Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen berharap peringatan Harganas 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis melalui keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga, khususnya para ayah.

Dengan semakin banyak ayah yang terlibat dalam proses pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak, diharapkan akan lahir generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus mampu mewujudkan keluarga sakinah yang menjadi fondasi utama pembangunan bangsa.

Melalui peringatan Harganas 2026, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai investasi jangka panjang.

Sebab keluarga yang harmonis bukan hanya memberikan kebahagiaan bagi anggotanya, tetapi juga menjadi pondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Madrasah Tunggu Izin Operasional

Pendaftaran Murid Baru Madrasah di Banyumas Tetap Berjalan Meski Izin Operasional Masih Diproses

Berita Selanjutnya
Delapan Wesi Aji Diinventaris

Pemkab Cilacap Usulkan 8 Wesi Aji Jadi Cagar Budaya, Warisan Sejarah Segera Diinventarisasi