Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Aplikasi Perlinsos Segera Diterapkan di Purbalingga, IKD Jadi Syarat Akses Bansos
SNT II Banyumas Siapkan MPLS di Semarang, Pemkab Urus Transportasi Murid

SNT II Banyumas Siapkan MPLS di Semarang, Pemkab Urus Transportasi Murid

Siswa SNT II Ikuti MPLS di SemarangSiswa SNT II Ikuti MPLS di Semarang
RAPAT: Jelang MPLS tanggal 10 Agustus, murid SNT II Banyumas jenjang SMA berstatus cadangan dikumpulkan di Gedung Tut Wuri Dinas Pendidikan Banyumas, Jumat (7/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Murid baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas bakal mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Semarang.

Kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan awal pembelajaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 18 Agustus 2026.

Pelaksanaan MPLS SNT II Banyumas tidak dilakukan di wilayah Banyumas.

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima Dinas Pendidikan Banyumas, seluruh kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru akan dipusatkan di Semarang.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Umum Dinas Pendidikan Banyumas, Yusup, SH, MPA, mengatakan pihaknya masih mempersiapkan sejumlah dukungan untuk menunjang mobilitas murid selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Informasi terakhir MPLS tidak di Banyumas,” kata Yusup saat ditemui Radarmas, Jumat (7/8).

Menurut Yusup, Dinas Pendidikan Banyumas telah menggelar rapat untuk membahas kebutuhan transportasi murid baru SNT II.

Salah satu dukungan yang disiapkan adalah angkutan antarjemput selama murid mengikuti kegiatan MPLS di Semarang.

Penyediaan transportasi menjadi perhatian karena proses pembelajaran SNT II Banyumas untuk sementara masih berlangsung di sekolah transisi yang berada di depan SMP Negeri 1 Kalibagor.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan skema mobilitas agar murid tetap dapat mengikuti agenda yang telah ditentukan.

“Pertimbangan MPLS dilaksanakan di Semarang provinsi lebih tahu,” terang Yusup.

Pelaksanaan MPLS di Semarang merupakan bagian dari kebijakan yang ditentukan pemerintah provinsi.

Dinas Pendidikan Banyumas pada prinsipnya menyatakan siap mendukung kebutuhan murid selama masa transisi menuju penyelenggaraan SNT II secara penuh.

Kegiatan MPLS sendiri menjadi salah satu tahapan penting bagi murid baru sebelum mengikuti proses pembelajaran.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal sistem pendidikan, aturan, serta lingkungan baru yang akan mereka jalani.

Dengan lokasi MPLS berada di luar Banyumas, aspek transportasi dan pendampingan menjadi bagian yang perlu dipersiapkan.

Pemerintah daerah memastikan kebutuhan mobilitas murid akan dibahas agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.

Di sisi lain, proses penerimaan murid baru SNT II Banyumas masih berlanjut.

Hingga Jumat (7/8), proses daftar ulang bagi murid berstatus cadangan untuk jenjang SMA masih berlangsung di Dinas Pendidikan Banyumas.

Pantauan Radarmas menunjukkan setidaknya enam anak datang bersama orang tua atau wali mereka ke Dinas Pendidikan Banyumas.

Mereka kemudian dikumpulkan di Gedung Tut Wuri Handayani untuk mengikuti proses yang berkaitan dengan daftar ulang.

Murid berstatus cadangan tersebut dipersiapkan untuk mengisi kuota yang kosong apabila terdapat murid yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi tetapi tidak melakukan daftar ulang.

Pengisian kuota dilakukan berdasarkan urutan dan ketentuan seleksi yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, status cadangan belum otomatis membuat seorang murid diterima karena masih bergantung pada ketersediaan kuota setelah proses daftar ulang selesai.

“Cadangan mengisi kekosongan murid baru yang lolos seleksi tetapi tidak daftar ulang,” pungkas Yusup.

Proses daftar ulang tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum seluruh murid baru mengikuti agenda pendidikan SNT II Banyumas.

Pemerintah daerah masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan murid dapat dipenuhi.

Sementara itu, rencana MPLS SNT II Banyumas di Semarang menjadi agenda terdekat yang harus dipersiapkan.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 10 sampai 18 Agustus 2026.

Dinas Pendidikan Banyumas akan terus melakukan koordinasi terkait transportasi dan kebutuhan murid selama berada di Semarang.

Dukungan tersebut diperlukan agar murid baru dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan sesuai jadwal.

Pelaksanaan MPLS di Semarang sekaligus menjadi bagian dari masa transisi SNT II Banyumas sebelum kegiatan pendidikan berjalan dengan sistem dan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

Dengan persiapan transportasi, pendataan murid, serta proses daftar ulang yang masih berlangsung, pemerintah daerah berharap seluruh tahapan menuju pelaksanaan SNT II Banyumas dapat berjalan lancar.

Murid baru yang nantinya mengikuti MPLS juga diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan baru sebelum memulai kegiatan belajar secara penuh. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Perlinsos Belum Jalan, Tapi IKD Wajib Aktif

Aplikasi Perlinsos Segera Diterapkan di Purbalingga, IKD Jadi Syarat Akses Bansos