BANYUMASEKSPRES.ID, LOS ANGELES — Los Angeles Football Club (LAFC) secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil merekrut pemain asal Korea Selatan, Son Heung-min, dalam bursa transfer musim panas tahun ini.
Bergabungnya Son ke LAFC ditandai dengan penandatanganan kontrak yang memecahkan rekor transfer di Major League Soccer (MLS), liga sepak bola utama di Amerika Serikat.
Pernyataan resmi dari LAFC yang dirilis pada Kamis (7/8) menyebutkan, “Pemain timnas Korea Selatan ini bergabung dengan LAFC setelah menjalani karier cemerlang selama 10 tahun bersama Tottenham Hotspur di Liga Inggris.”
Selama satu dekade berseragam Tottenham, Son telah mencetak total 173 gol dari 454 penampilannya, menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang paling produktif di liga tersebut.
Son Heung-min sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia akan segera mengakhiri masa baktinya bersama The Lilywhites—julukan Tottenham Hotspur.
Keputusan ini membuka jalan bagi LAFC untuk membawanya ke Amerika Serikat dengan biaya transfer sebesar 26 juta dolar AS atau sekitar Rp425 miliar.
Angka ini menjadikan transfer Son sebagai yang termahal dalam sejarah MLS, melampaui rekor transfer sebelumnya senilai 22 juta dolar AS ketika Atlanta United mendatangkan Emmanuel Latte Lath dari Middlesbrough.
Kedatangan Son ke LAFC merupakan bagian dari komitmen klub untuk memperkuat skuad mereka. Saat ini LAFC menempati posisi keenam di klasemen Wilayah Barat MLS dengan catatan 10 kemenangan, 6 kali imbang, dan 6 kali kalah.
Kehadiran Son diprediksi akan menambah daya gedor lini serang tim jelang babak playoff Piala MLS musim ini. Selain itu, Son juga diharapkan dapat membawa dampak positif di luar lapangan dengan membantu memperluas pasar LAFC ke Korea Selatan.
Hal ini tidak terlepas dari status Son sebagai pemain Korea tersukses saat ini yang mampu menarik perhatian global.
Reputasi internasional Son bukan hanya menguntungkan LAFC tetapi juga meningkatkan profil MLS secara keseluruhan.
Kemampuannya untuk menarik perhatian global hampir sebanding dengan dampak yang dibawa oleh Lionel Messi ketika bergabung dengan Inter Miami. Dengan demikian, langkah strategis ini dinilai sangat tepat bagi baik bagi klub maupun liga.
Kepergian Son dari Tottenham Hotspur terjadi setelah berhasil membawa klub meraih gelar juara Liga Europa pada Mei 2025. Gelar tersebut menjadi trofi besar pertama yang diraih oleh Tottenham dalam kurun waktu 17 tahun terakhir.
Pertandingan perpisahan bagi Son digelar di Seoul, Korea Selatan ketika Tottenham menghadapi Newcastle United pada tanggal 3 Agustus lalu.
Dalam kesempatan tersebut, eks pemain Bayer Leverkusen itu mendapatkan penghormatan berupa guard of honour dari kedua tim serta sambutan hangat dari para suporter yang memadati Stadion Piala Dunia Seoul.
Di Los Angeles FC, Son akan bertemu kembali dengan Hugo Lloris, mantan rekan setimnya di Tottenham Hotspur. Kedatangan Son menggantikan posisi Olivier Giroud yang memutuskan kembali ke Prancis setelah menjalani musim yang kurang memuaskan di Los Angeles.
Son Heung-min juga memiliki ambisi besar untuk tampil dalam Piala Dunia 2026 bersama timnas Korea Selatan. Jika berhasil tampil nanti, itu akan menjadi Piala Dunia keempat bagi dirinya.
Kebetulan, Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko sehingga memberikan kesempatan bagi Son untuk beradaptasi lebih awal dengan lingkungan dan iklim setempat—sesuatu yang bisa memberikan keuntungan tersendiri menjelang turnamen besar tersebut.
Secara keseluruhan, langkah LAFC merekrut Son Heung-min tidak hanya memperkuat tim secara teknis tetapi juga memberikan dimensi baru dalam aspek pemasaran dan reputasi internasional klub.
Kombinasi antara bakat individu dan pengaruh global menjadikan transfer ini sebagai salah satu keputusan strategis terbaik dalam sejarah liga sepak bola Amerika Serikat. (*)
















