BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kondisi jalan di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Jalan utama yang seharusnya menjadi penghubung penting antar wilayah sudah mengalami kerusakan selama lebih dari enam tahun.
Namun hingga saat ini, upaya penanganan dari pihak berwenang belum terlihat nyata.
Kerusakan tersebut tidak hanya berupa jalan yang berlubang dan permukaan yang tidak rata, tetapi juga diperparah oleh genangan air saat hujan serta minimnya penerangan jalan.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga, terutama ketika malam hari tiba. Rina Rianti, salah seorang warga setempat berusia 51 tahun, mengungkapkan keluhannya saat ditemui awak media pada Kamis (7/8).
“Jalanan yang rusak bikin mesin motor saya sering rusak,” keluh Rina yang mengisahkan bahwa kondisi ini telah berlangsung hampir tujuh tahun.
“Kalau malam gelap sekali, enggak ada lampu. Ditambah hujan, air menggenang dan bikin tambah sulit dilewati,” tambahnya.
Masyarakat merasa bahwa jalan rusak ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian mereka namun juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Banyak kasus pengendara yang terperosok ke dalam lubang atau terpeleset akibat permukaan jalan yang licin dan rusak.
Kepala Dusun Wilayah 1 Desa Kediri, Anteng Priyatin yang masih berusia 24 tahun, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada perbaikan menyeluruh dari pemerintah.
“Penambalan mungkin jadi solusi awal. Tapi waktunya belum jelas,” ungkap Anteng saat berbincang dengan awak media.
Anteng menjelaskan bahwa rencana penambalan akan dilakukan di sekitar area kuburan hingga pos ronda RW 1 RT 1.
Namun, menurut Anteng, prioritas utama sebenarnya adalah perbaikan jalan di dekat balai desa karena itu merupakan akses utama bagi warga.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilaksanakan meskipun usulan perbaikan telah sering disampaikan kepada pihak terkait.
Lebih jauh lagi, kondisi jalan rusak ini tidak hanya berdampak pada kerusakan kendaraan tetapi juga dapat menjadi sumber penyakit bagi penduduk setempat.
Genangan air yang terjadi bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah sedangkan debu selama musim kemarau dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar.
Ketiadaan lampu penerangan juga meningkatkan risiko kecelakaan di wilayah tersebut terutama pada malam hari ketika jarak pandang sangat terbatas.
Banyak pengendara melaporkan hampir jatuh ketika melintasi jalan yang rusak dalam kondisi gelap gulita.
Warga Desa Kediri sangat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki infrastruktur jalan mereka.
Harapan mereka adalah memiliki akses jalan yang layak dan aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar tanpa rasa cemas akan keselamatan diri mereka sendiri maupun orang lain.
Permintaan mendesak tersebut didasarkan pada kebutuhan dasar warga untuk mobilitas yang aman dan efisien serta sebagai upaya preventif dalam mencegah timbulnya masalah kesehatan akibat lingkungan sekitar yang tidak kondusif.
Seiring berjalannya waktu tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang kekhawatiran warga semakin meningkat terlebih lagi ketika musim penghujan tiba dimana risiko kecelakaan maupun penyebaran penyakit semakin besar akibat kondisi lingkungan yang buruk.
Masyarakat berharap suara mereka didengar dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret dari pemerintah daerah demi kesejahteraan dan keamanan bersama di Desa Kediri Kecamatan Karanglewas Banyumas Jawa Tengah. (sha/stch)
















