Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sungai Banjaran Purwokerto Dipenuhi Sampah Meski Sering Dibersihkan

Sungai banjaran dipenuhi sampahSungai banjaran dipenuhi sampah
PERINGATAN: Papan peringatan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas terpampang di tepi sungai, berisi larangan membuang sampah/limbah, Jum'at (25/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sungai Banjaran, yang merupakan salah satu sungai penting di wilayah Purwokerto, kembali mengalami masalah pencemaran akibat tumpukan sampah.

Fenomena ini terjadi di perbatasan Kelurahan Bantarsoka dan Kedungwuluh, menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat karena merusak keindahan kota dan mengganggu ekosistem lingkungan yang seharusnya terjaga.

Samirah (50), seorang warga Bantarsoka yang tinggal di dekat bantaran sungai, mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi tersebut.

“Warga sini rutin bayar iuran. Petugas datang tiap Senin dan Kamis. Jadi enggak ada alasan buang ke sungai,” ujarnya dengan nada tegas kepada awak media pada Jumat (25/7).

Menurut Samirah, masyarakat di sekitar tempat tinggalnya sudah berusaha disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.

Namun, ia mencurigai bahwa sampah yang mencemari sungai tersebut berasal dari sisi seberang yang termasuk wilayah Kedungwuluh. Ia bahkan sering menyaksikan orang-orang membuang sampah langsung ke sungai dari rumah mereka.

“Sering juga saya lihat banyak yang buang sampah dari jembatan. Yang suka mancing juga kadang ninggalin bungkus makanan,” tambahnya dengan nada kesal.

Meskipun begitu, Samirah tidak menampik adanya upaya dari berbagai pihak untuk membersihkan sungai tersebut.

Baru-baru ini, sebuah komunitas lingkungan bekerja sama dengan warga lokal serta personel TNI melakukan aksi bersih-bersih di area tersebut.

“Minggu lalu dibersihkan rame-rame, tapi sekarang muncul lagi. Masyarakatnya kurang sadar,” keluh Samirah dengan penuh keprihatinan.

Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif.

Samirah juga mengingat kembali peringatan dari petugas irigasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah semata.

“Mereka bilang, plastik itu enggak terurai sampai kiamat. Harus sadar sendiri, jangan buang sembarangan,” katanya menegaskan pesan penting tersebut.

Sungai Banjaran memiliki peran vital karena alirannya memasok air ke berbagai daerah pertanian di sekitar kota Purwokerto.

Pencemaran akibat sampah plastik seperti styrofoam dan botol plastik tidak hanya mengancam keberlangsungan aliran air tetapi juga merusak lingkungan dalam jangka panjang. Dampak pencemaran ini dapat memicu masalah serius jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Masyarakat berharap agar pemerintah dapat mengambil tindakan lebih tegas untuk menangani masalah ini. Diperlukan pengawasan yang lebih intensif agar pelaku pembuangan sampah sembarangan mendapat sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, kampanye peduli lingkungan pun harus sering dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Peringatan tentang larangan membuang sampah atau limbah ke sungai telah terpampang jelas melalui papan pengumuman dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas di tepi Sungai Banjaran sejak Jumat (25/7).

Namun demikian, tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat serta penegakan hukum yang konsisten oleh pemerintah setempat, upaya mempertahankan kebersihan Sungai Banjaran mungkin akan tetap menghadapi tantangan besar.

Kondisi ini menuntut adanya sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Dengan demikian, Sungai Banjaran dapat terhindar dari dampak buruk pencemaran serta terus memberikan manfaat bagi kehidupan warga Purwokerto dan sekitarnya. (zet/stch)

Berita Sebelumnya
Huawei matepad pro 12.2

Huawei MatePad Pro 12.2 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

Berita Selanjutnya
Koperasi merah putih bakal aktif oktober

Koperasi Merah Putih di Purbalingga Bakal Aktif Oktober