Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tanggul Jebol Tiga Kali, Warga Panjatan Kebumen Desak Normalisasi Sungai Karanganyar

Dua Jembatan dan 3 Ruas Jalan RusakDua Jembatan dan 3 Ruas Jalan Rusak
JEBOL: Kondisi tanggul Sungai Karanganyar yang kembali jebol, Minggu (9/11) malam.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN, Jawa Tengah – Warga Kelurahan Panjatan di Kecamatan Karanganyar kini mengungkapkan harapan besar agar normalisasi Sungai Karanganyar segera direalisasikan.

Kejadian banjir yang melanda daerah mereka telah menjadi momok menakutkan, terutama setelah tanggul sungai jebol pada awal November 2025.

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah ketiga kalinya dalam satu tahun terakhir, mengakibatkan ratusan jiwa terdampak akibat luapan air sungai tersebut.

Pantauan langsung dari lokasi menunjukkan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak telah menyelesaikan perbaikan tanggul.

Sebelumnya, tanggul hanya terdiri dari tumpukan kandi berisi pasir. Kini, penguatannya dilakukan dengan bronjong yang berisi tumpukan batu untuk memberikan perlindungan yang lebih kokoh.

Lurah Panjatan, Sisyanto, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respons cepat dalam menangani kerusakan tanggul tersebut.

“Penanganan darurat sudah dilakukan dan masyarakat kini merasa sedikit lega,” ujar Sisyanto ketika diwawancarai oleh Banyumas Ekspres pada Senin (8/12).

Namun demikian, ia menambahkan bahwa normalisasi sungai tetap menjadi prioritas utama bagi warga setempat.

“Kalau saya lihat penyebab utama, sungai itu sudah tidak bisa menampung debit air yang ada karena sedimentasi sehingga perlu adanya normalisasi,” jelasnya.

Normalisasi memang menjadi solusi krusial mengingat kapasitas sungai yang kian menyusut akibat sedimentasi parah.

Selain itu, Sisyanto menekankan pentingnya perbaikan atau penguatan lebih lanjut pada tanggul di sepanjang aliran Sungai Karanganyar yang rawan untuk mencegah potensi banjir di masa depan.

Agus, seorang warga setempat, juga menyampaikan bahwa perbaikan tanggul telah dilakukan sesuai harapan masyarakat.

“Perbaikan sekarang sudah dilengkapi dengan bronjong, tidak seperti sebelumnya yang hanya berupa tumpukan kandi berisi pasir,” tuturnya kepada awak media dengan nada puas.

Dengan semua upaya ini, warga Panjatan berharap kejadian banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.

Mereka juga ingin memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan jangka panjang dapat diterapkan secara efektif agar kesejahteraan dan keselamatan penduduk terjamin.

Usaha normalisasi dan penguatan infrastruktur ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Keberhasilan proyek ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Bagi warga Panjatan sendiri pengalaman menghadapi banjir berkali-kali telah memupuk kesadaran akan pentingnya infrastruktur yang kuat dan sistem pengelolaan air sungai yang baik serta dukungan penuh dari pihak terkait termasuk BBWS Serayu Opak.

Ini bukan hanya tentang memperbaiki kerusakan tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam melindungi warganya dari bencana alam. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
Ekonomi Lokal Berputar Lambat

Produk Impor China Kian Dominan, Ekonomi Lokal Berputar Lambat

Berita Selanjutnya
Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta Pemprov bersinergi dengan Pemkab dan Pemkot dalam menghadapi momentum Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Jelang Nataru, Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Pastikan Kesiapan Jalur Transportasi dan Stok Bahan Pokok Tersedia