BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk secara terang-terangan mengungkapkan pandangannya terkait isu merger dengan Grab, yang turut melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dalam perkembangan terakhir, Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, menegaskan bahwa perusahaan tetap memantau pemberitaan media mengenai kemungkinan tindakan korporasi di masa depan yang melibatkan perseroan.
“Pada tahap ini, tidak terdapat informasi baru yang dapat kami sampaikan selain dari yang telah perseroan sampaikan di dalam keterbukaan informasi sebelumnya,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/12).
GoTo sebagai perusahaan yang berakar dari Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung prioritas pemerintah.
Koesoemohadiani juga menekankan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi GoTo merupakan tujuan utama perusahaan.
“Kami terbuka dengan berbagai diskusi yang dapat mendukung kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan perseroan,” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan keterbukaan GoTo terhadap segala peluang yang bisa memperkuat posisi perusahaan di industri.
Dalam konteks isu merger tersebut, keterlibatan Danantara berhubungan erat dengan investasi yang dilakukan oleh Telkom dan anak perusahaannya, yakni PT Telekomunikasi Selular Indonesia (Telkomsel).
Telkomsel telah menginvestasikan sekitar Rp 6,4 triliun untuk mendapatkan saham di GoTo.
Langkah strategis ini mencerminkan keyakinan Telkomsel terhadap potensi pertumbuhan dan sinergi yang bisa tercipta dari integrasi antara kedua raksasa teknologi Asia Tenggara ini.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, turut memberikan sinyal positif mengenai potensi merger antara GoTo dan Grab.
Dia menyatakan bahwa proses negosiasi merger kedua perusahaan transportasi tersebut masih berlangsung dengan progres mencapai sekitar 25 hingga 30 persen.
“Positif, sinyalnya positif,” katanya usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (27/11) lalu.
Pernyataan ini memperkuat spekulasi tentang kemungkinan terbentuknya entitas bisnis baru hasil penggabungan dua perusahaan besar di bidang transportasi berbasis aplikasi ini.
Jika terealisasi, merger ini akan menciptakan kekuatan dominan di pasar Asia Tenggara, meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan layanan bagi konsumen di wilayah tersebut.
Telkomsel sebagai salah satu investor utama dalam proses ini tentunya memiliki kepentingan strategis yang signifikan.
Investasi besar-besaran Telkomsel bukan hanya sekadar langkah untuk memperkuat portofolio digital mereka namun juga memungkinkan akses ke ekosistem teknologi yang lebih luas melalui kolaborasi dengan GoTo.
Namun demikian, proses menuju merger tidaklah sederhana. Berbagai regulasi harus dipatuhi dan pertimbangan matang diperlukan mengingat dampak ekonomi serta sosial dari penyatuan dua entitas besar ini.
Pihak GoTo menegaskan bahwa setiap langkah dalam proses tersebut akan senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku guna memastikan keselarasan dengan kebijakan pemerintah dan kepentingan publik.
Dalam menghadapi dinamika industri yang kian kompetitif serta perubahan perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi digital, strategi penggabungan seperti ini menjadi salah satu solusi untuk bertahan dan berkembang lebih jauh.
Oleh karena itu, semua mata kini tertuju pada bagaimana kedua belah pihak akan menavigasi tantangan dan memanfaatkan peluang dari potensi merger strategis ini.
Keterlibatan berbagai pihak dalam negosiasi menunjukkan besarnya perhatian dan harapan terhadap hasil akhir dari pembicaraan merger ini.
Jika sukses terealisasi, kolaborasi antara GoTo dan Grab berpotensi membawa manfaat signifikan tidak hanya bagi para pemegang saham tetapi juga bagi para pengguna layanan serta mitra pengemudi yang menjadi bagian integral dari ekosistem bisnis mereka. (*/dda)
















