Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Terjadi Lagi, Pelajar SMK 15 Tahun Meninggal Tenggelam Saat Wisata di Desa Pakuran Kebumen

Lagi, Pelajar SMK Tenggelam Saat BerwisataLagi, Pelajar SMK Tenggelam Saat Berwisata
EVAKUASI: Petugas dan warga melakukan evakuasi korban tenggelam di Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah insiden tragis terjadi di Kedung Pakuran, Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, di mana seorang siswa dilaporkan tenggelam.

Korban, Dzildan Alvino Ferdianto yang berusia 15 tahun dan masih berstatus pelajar, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menyampaikan detil peristiwa yang terjadi pada Senin sore (5/1).

Insiden ini bermula saat Dzildan bersama tiga temannya mengunjungi lokasi tersebut.

Keceriaan mereka kala berenang berganti menjadi suasana mencekam ketika tiba-tiba Dzildan tenggelam.

Menurut keterangan saksi yang juga teman korban, mereka sempat berusaha menolong, namun upaya tersebut gagal karena mereka sendiri tidak bisa berenang.

“Keterangan saksi, yang juga teman korban, sempat berupaya menolong, namun karena tidak bisa berenang, upaya tersebut tidak berhasil,” ujar Kompol Faris Budiman pada Selasa (6/1).

Ketika menyadari situasi semakin genting, teman-teman Dzildan berteriak meminta pertolongan.

Teriakan mereka menarik perhatian warga sekitar yang segera berdatangan untuk melakukan pencarian.

Pencarian ini membuahkan hasil di hari yang sama ketika Dzildan berhasil ditemukan. Namun sayangnya nyawa pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan.

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sruweng untuk penanganan lebih lanjut.

Di lokasi kejadian, sejumlah barang milik korban ditemukan. Barang-barang tersebut meliputi pakaian, sandal, telepon genggam, uang tunai serta sepeda motor yang digunakan oleh Dzildan menuju lokasi naas tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis dan Inafis Polres Kebumen, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul pada tubuh korban.

Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah tenggelam.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul. Pihak keluarga juga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi lanjutan,” tambah Kompol Faris Budiman.

Kejadian ini bukanlah insiden pertama di wilayah Kebumen dalam kurun waktu dekat ini.

Sebelumnya, seorang pelajar lainnya dari Desa Ngabehan Kecamatan Mirit juga mengalami nasib serupa.

MA, nama pelajar tersebut, tenggelam di Sungai Gentan yang terletak di wilayah Dukuh Bantengrejo, Desa/Kecamatan Bonorowo pada Jumat (2/1).

Saat ditemukan warga dan petugas setempat, MA sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi terhadap korban tenggelam di Desa Pakuran melibatkan kerjasama antara petugas dan warga setempat.

Mereka bahu-membahu dalam usaha untuk menemukan Dzildan dengan harapan dapat menyelamatkan nyawanya meski pada akhirnya harapan itu pupus.

Berita tentang insiden tragis ini tentu menggugah kesadaran akan pentingnya keselamatan saat berenang terutama bagi para remaja yang kerap memanfaatkan area terbuka seperti sungai atau kolam alami sebagai tempat bermain air.

Kurangnya pengawasan dan fasilitas keselamatan sering kali menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan semacam ini. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
Inflasi Purwokerto Naik 0,58 Persen

Inflasi Purwokerto Meningkat 0,58 Persen, Harga Cabai dan Daging Jadi Pemicu Utama

Berita Selanjutnya
Suami Boiyen Dipolisikan Investor

Terjerat Kasus Penipuan Investasi 400 Juta, Suami Boiyen Resmi Dilaporkan ke Polisi