BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Aktivitas pabrik bata ringan milik PT Superior Prima Sukses Tbk yang terletak di Kecamatan Purwanegara kini mengalami penghentian sementara.
Keputusan ini diambil manajemen perusahaan sebagai langkah strategis untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan mesin serta infrastruktur produksi.
Selain itu, keputusan tersebut juga mengikuti imbauan dari Bupati Banjarnegara untuk menunggu proses perizinan lingkungan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Melin, Humas perusahaan, mengonfirmasi bahwa penghentian total operasional pabrik dilakukan karena beberapa faktor, termasuk ketersediaan stok yang masih mencukupi kebutuhan pasar saat ini.
“Kami diminta berhenti produksi dulu menunggu penyelesaian perizinan yang masih proses. Jadi saat ini pabrik stop total,” ungkap Melin ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (26/2/2026).
Dampak dari penghentian produksi ini cukup signifikan, terutama bagi para pekerja. Sebanyak 190 karyawan terpaksa dirumahkan selama periode libur produksi ini.
Namun, pihak perusahaan memastikan bahwa hak-hak pekerja tetap diperhatikan.
Gaji maupun tunjangan hari raya (THR) akan tetap diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga para pekerja tidak terlalu terbebani secara finansial selama masa transisi ini.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menjelaskan bahwa dokumen izin lingkungan perusahaan memang belum final dan masih dalam proses revisi.
“Terkait izin lingkungan PT SPS atau Blescon Purwonegoro, masih dalam proses. Dokumennya sedang direvisi oleh perusahaan, kemarin sudah kami review. Kami lihat hasil perbaikannya dulu,” jelas Herrina.
Dia menegaskan pentingnya evaluasi tersebut untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan teknis yang dibutuhkan telah sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.
Selama dokumen izin tersebut belum dinyatakan memenuhi syarat oleh pemerintah daerah, kegiatan operasional pabrik tidak dapat dilanjutkan.
Pabrik yang berada di Jalan Raya Purwonegoro ini dikenal memproduksi bata ringan jenis Autoclaved Aerated Concrete (AAC).
Produk-produk dari pabrik ini telah mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Green Label, menandakan bahwa produk tersebut memenuhi standar kualitas serta ramah lingkungan.
Selama ini, PT Superior Prima Sukses Tbk telah berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan konstruksi di berbagai wilayah yang ada di sekitarnya.
Sebagai tambahan informasi penting, pabrik ini juga berperan sebagai salah satu sumber pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Sebelumnya, perusahaan mengklaim telah membuka hingga 250 lapangan pekerjaan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal.
Namun saat ini, dengan adanya penghentian aktivitas mesin dan distribusi produk, masyarakat setempat harus menghadapi tantangan baru seiring dengan ketidakpastian kapan operasional pabrik dapat dilanjutkan.
Penting juga untuk dicatat bahwa penghentian sementara ini bukanlah hal baru dalam industri manufaktur.
Banyak perusahaan di sektor ini sering kali menghadapi situasi serupa ketika harus mematuhi regulasi lingkungan demi menjaga keberlanjutan usaha mereka serta melindungi lingkungan sekitar.
Selain itu, transparansi dalam proses perizinan menjadi kunci agar masyarakat dan pihak terkait lainnya mendapatkan informasi terbaru mengenai kelanjutan aktivitas produksi.
Ke depan, harapan besar tertuju kepada PT Superior Prima Sukses Tbk agar segera menyelesaikan dokumen izin lingkungan mereka sehingga operasional pabrik bisa kembali berjalan normal. (jud/stch/dda)
















