BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menginisiasi terobosan untuk mempercepat pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) melalui peluncuran Mobil Layanan Gerak.
Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah proses aktivasi rekening dan penarikan dana bagi peserta didik, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.
Dengan adanya mobil layanan keliling ini, akses perbankan bagi penerima PIP dapat lebih mudah dijangkau, tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke kantor bank.
Kerja sama Kemendikdasmen dengan bank penyalur seperti BRI, BNI, serta BSI khusus untuk wilayah Aceh menjadi kunci utama dalam implementasi layanan ini.
Kehadiran Mobil Layanan Gerak ini diharapkan dapat segera mengalirkan manfaat bantuan kepada para penerima, sesuai dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan inklusivitas pendidikan berkualitas.
Hingga November 2025, lebih dari 19 juta peserta didik di seluruh Indonesia telah tercatat sebagai penerima bantuan PIP.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya program ini sebagai salah satu instrumen utama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
“Program Indonesia Pintar adalah upaya nyata pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi semua kalangan,” ujar Mu’ti.
Dalam peraturan yang tertuang dalam Persesjen Kemendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024, disebutkan bahwa bantuan PIP Dikdasmen diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran pada jenjang pendidikan yang sama. Jumlah bantuan disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kelas peserta didik.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), dan Program Paket A, besaran bantuan ditetapkan sebesar Rp 225.000 per tahun untuk peserta didik Kelas I hingga V, sedangkan Kelas VI menerima Rp 450.000 per tahun.
Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Program Paket B, siswa Kelas VII dan VIII memperoleh Rp 750.000 per tahun, sementara Kelas IX mendapatkan Rp 375.000 per tahun.
Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Program Paket C memberikan alokasi dana sebesar Rp 1.800.000 per tahun bagi siswa Kelas X dan XI, sedangkan Kelas XII mendapatkan Rp 900.000 per tahun.
Adapun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan program tiga tahun memberikan bantuan sebesar Rp 1.800.000 per tahun kepada siswa Kelas X dan XI, sementara Kelas XII menerima Rp 900.000 per tahun.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang turut meninjau operasional mobil layanan gerak di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Kehadiran mobil ini menjadi simbol nyata dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Mobil Layanan Gerak dirancang tidak hanya untuk mendekatkan layanan perbankan kepada penerima PIP tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap peserta didik dapat merasakan manfaat dari dana yang seharusnya mereka terima dengan cepat dan efisien.
Dalam konteks wilayah terpencil atau daerah dengan akses terbatas terhadap fasilitas perbankan konvensional, mobil ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan kebutuhan para siswa dengan sumber daya yang tersedia.
Dengan langkah progresif seperti ini, diharapkan program-program pemerintah lainnya juga dapat terinspirasi untuk menciptakan solusi-solusi inovatif serupa guna menjawab tantangan distribusi manfaat kepada masyarakat luas secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Implementasi Mobil Layanan Gerak bukan hanya sekadar solusi teknis namun juga merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk terus berinovasi demi kemajuan pendidikan nasional, menjangkau mereka yang selama ini mungkin terpinggirkan oleh keterbatasan geografis atau infrastruktur.
Keberhasilan program ini tentu saja tidak lepas dari dukungan berbagai pihak termasuk lembaga pendidikan lokal yang siap berkolaborasi dalam menyukseskan visi besar Indonesia Pintar menuju pendidikan inklusif berkualitas tinggi bagi semua anak bangsa. (*/stch/fam)
















