BANYUMASEKSPRES.ID, Tiga anggota dari kelompok fenomenal BTS, V, Jimin, dan Jungkook, kini tercatat sebagai bagian dari daftar 100 pemegang saham terkaya di bawah usia 30 tahun di Korea Selatan.
Data ini berasal dari laporan terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan analisis data korporasi, CEO Score. Ketiga bintang K-Pop ini masing-masing memiliki nilai saham sekitar 21,4 miliar won atau setara dengan Rp250 miliar.
V dan Jimin, yang sama-sama berusia 30 tahun, serta Jungkook yang berusia 28 tahun, berhasil menempatkan diri mereka di jajaran elit pemegang saham muda.
Survei tersebut melakukan analisis mendalam terhadap jumlah saham dan nilai pasar yang dimiliki oleh individu di perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa efek.
Penilaian ini membandingkan data dari akhir Desember 2024 hingga hari Jumat terakhir.
Peningkatan nilai saham V, Jimin, dan Jungkook tercatat mencapai 8,2 miliar won atau sekitar Rp96 miliar selama setahun terakhir. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dari sebelumnya sebesar 13,2 miliar won atau Rp154 miliar pada tahun 2024.
Lonjakan nilai saham ini tidak terlepas dari keputusan strategis Bang Si Hyuk pada tahun 2020. Saat itu, pendiri HYBE Corporation ini secara merata memberikan saham kepada ketujuh anggota BTS menjelang pencatatan saham perusahaan di bursa efek.
Setiap anggota menerima sebanyak 478.695 saham biasa yang hingga kini masih sepenuhnya disimpan oleh ketiganya.
Sementara itu, anggota BTS lainnya yaitu J-Hope, RM, dan Jin juga mencatat kepemilikan saham yang bernilai lebih dari 10 miliar won atau sekitar Rp117 miliar setelah adanya penyesuaian sebagian.
Namun menariknya, nama Suga tidak muncul dalam hasil survei tersebut.
Di luar anggota BTS, Bang Si Hyuk sendiri berhasil menduduki peringkat kesepuluh dalam daftar keseluruhan dengan aset saham mencapai 4,12 triliun won atau sekitar Rp48 triliun.
Posisi tinggi Bang Si Hyuk menegaskan kekuatan finansialnya dalam industri hiburan Korea Selatan.
Keberhasilan anggota BTS masuk dalam deretan pemegang saham terkaya menunjukkan potret nyata akumulasi kekayaan melalui strategi kepemilikan saham jangka panjang daripada sekadar mengandalkan pendapatan jangka pendek dari aktivitas hiburan seperti konser ataupun iklan.
Ini menyoroti pentingnya memiliki strategi investasi yang berkelanjutan sebagai sumber pendapatan utama para selebriti.
Lebih jauh lagi, hubungan erat antara aset anggota BTS dengan pertumbuhan perusahaan menggambarkan dinamika baru dalam manajemen kekayaan artis.
Ini bukanlah sekedar kompensasi sekali bayar melainkan investasi dalam ekuitas perusahaan yang secara langsung berkontribusi pada stabilitas finansial mereka.
Sementara itu dunia hiburan terus menantikan kembalinya BTS sebagai grup lengkap yang direncanakan untuk tahun depan. Dengan rencana perilisan album baru serta tur dunia di musim semi mendatang harapan terhadap dampak ekonomi kelompok ini semakin besar.
Dengan segala pencapaian finansial dan popularitas global mereka para anggota BTS terus membuktikan bahwa mereka lebih dari sekedar artis musik melainkan juga pelaku pasar yang cerdas dan strategis. (*/stch/fam)
















