BANYUMASEKSPRES.ID, Kisah rumah tangga selebgram Na Daehoon dan Julia Prastini, yang lebih dikenal dengan nama Jule, akhirnya mencapai titik akhir.
Pengadilan Agama Jakarta Selatan telah resmi memutuskan perceraian pasangan ini, sebuah keputusan yang disampaikan oleh kuasa hukum Na Daehoon, Rio Effendi.
“Sudah keluar putusannya, secara verstek sejak Rabu tanggal 3 Desember 2025,” ujar Rio kepada awak media.
Keputusan pengadilan ini diambil secara verstek setelah Jule tidak hadir dalam tiga kali sidang yang digelar.
“Memberikan izin kepada pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj’i kepada termohon di hadapan Pengadilan Agama Jaksel,” tambah Rio.
Proses pengambilan keputusan secara verstek ini menandakan bahwa pihak termohon, dalam hal ini Jule, dianggap tidak memberikan pembelaan atau tidak hadir meskipun telah diberitahu mengenai jadwal persidangan.
Dalam keputusan tersebut, hak asuh ketiga anak pasangan ini diberikan sepenuhnya kepada Na Daehoon hingga anak-anak tersebut mencapai usia dewasa.
“Menetapkan anak-anak pemohon dan termohon dalam kuasa asuh (hadhanah) pemohon sampai anak-anak tersebut mandiri/dewasa (berumur 21 tahun) atau menikah,” jelas Rio lebih lanjut.
Namun demikian, Na Daehoon tetap memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk bertemu dengan ibu mereka.
“Menetapkan pemohon kewajiban untuk memberi akses kepada termohon untuk bertemu dan menyampaikan kasih sayangnya sebagai seorang ibu kepada anak-anak tersebut,” pungkas Rio.
Rumah tangga Na Daehoon dan Jule mulai menarik perhatian publik setelah gugatan cerai diajukan oleh Na Daehoon melalui e-court. Gugatan tersebut secara resmi tercatat pada tanggal 6 November 2026.
Keputusan perceraian ini tentu saja menjadi sorotan banyak pihak mengingat popularitas Na Daehoon di kalangan netizen sebagai selebgram dengan jumlah pengikut yang cukup besar.
Proses perceraian yang dilakukan secara verstek sering kali menjadi pilihan ketika salah satu pihak tidak menghadiri persidangan tanpa alasan yang jelas atau sah menurut hukum.
Dalam konteks ini, kehadiran Jule yang tidak kunjung muncul di persidangan membuat pengadilan memutuskan perkara hanya berdasarkan bukti-bukti dari pihak pemohon.
Sementara itu, meskipun hak asuh jatuh ke tangan Na Daehoon, sikapnya yang terbuka terhadap hubungan antara anak-anaknya dan Jule dapat dipandang sebagai langkah bijaksana demi kepentingan terbaik bagi anak-anak mereka.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun pernikahan telah berakhir, hubungan orang tua dan anak tetap dijaga sebaik mungkin.
Selain menjadi perhatian publik karena status selebgram, kasus perceraian ini juga mencerminkan dinamika sosial yang sering kali terjadi dalam kehidupan modern saat ini.
Dengan semakin mudahnya akses terhadap informasi melalui platform digital seperti e-court, proses hukum dapat berjalan lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Namun demikian, meski proses perceraian telah selesai dan hak asuh ditetapkan, tantangan sebenarnya bagi kedua belah pihak adalah bagaimana membangun kembali kehidupan masing-masing pasca perceraian dan memastikan bahwa dampaknya terhadap anak-anak seminimal mungkin.
Sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik antara mantan pasangan sangat diperlukan agar transisi menuju kehidupan baru setelah perceraian dapat berjalan lancar.
Kenyataan bahwa Na Daehoon memberikan kebebasan bagi anak-anaknya untuk tetap berhubungan dengan Jule merupakan langkah positif menuju penyelesaian damai yang mengedepankan kesejahteraan anak-anak di atas segalanya. (*/stch/dda)
















