BANYUMASEKSPRES.ID, Memasuki minggu pertama Desember 2025, pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat.
Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian bansos yang tetap dipertahankan pemerintah untuk menjaga daya beli warga menjelang akhir tahun.
Selain pencairan Bantuan Pangan Non Tunai tahap keempat yang mencakup periode Oktober, November, dan Desember dengan total Rp600 ribu, pemerintah juga kembali menyalurkan bantuan lain yang nominalnya sama.
Bantuan tersebut adalah Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu atau Atensi Yapi, sebuah program yang ditujukan khusus bagi anak-anak yatim piatu yang telah masuk dalam data penerima resmi. Bansos Atensi Yapi diberikan sebesar Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus.
Dana ini diperuntukkan membantu kebutuhan dasar anak yatim piatu, terutama kebutuhan yang terkait pendidikan seperti perlengkapan sekolah, biaya transportasi harian, hingga kebutuhan penunjang lain yang mendukung proses belajar mereka.
Dengan bantuan ini, pemerintah berharap anak-anak penerima dapat merasa lebih terbantu dalam menjalani aktivitas pendidikan tanpa terbebani kekurangan biaya. Penyaluran dana dilakukan melalui bank penyalur yang telah ditetapkan pemerintah.
Setiap anak atau wali penerima mendapatkan kartu ATM khusus yang memungkinkan mereka mencairkan dana secara mandiri maupun sekadar mengecek saldo.
Pemerintah juga mengimbau agar para penerima rutin melakukan pengecekan saldo agar tidak melewatkan jadwal pencairan.
Proses pengecekan saldo bansos Atensi Yapi melalui mesin ATM dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Penerima cukup datang ke ATM bank penyalur dengan membawa kartu Atensi Yapi.
Setelah kartu dimasukkan, pengguna hanya perlu mengetik PIN sesuai yang diberikan, memilih bahasa, kemudian menuju menu Cek Saldo.
Jika dana sudah masuk, penerima bisa langsung menariknya atau menggunakan saldo tersebut untuk kebutuhan pendidikan dan kebutuhan harian yang memang telah menjadi tujuan dari program ini.
Bagi anak-anak yatim piatu, bantuan sebesar Rp600 ribu ini memiliki peran penting karena dapat membantu menutup berbagai kebutuhan yang sering kali harus dipenuhi secara mendesak.
Pemerintah berharap program Atensi Yapi dapat memberikan ruang bagi mereka untuk bersekolah dengan lebih tenang, terutama di tengah kondisi ekonomi banyak keluarga yang masih belum stabil menjelang tutup tahun 2025.
Komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak yatim piatu melalui Atensi Yapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Dengan penyaluran yang terus dilanjutkan di bulan Desember ini, diharapkan bantuan tersebut benar-benar tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para penerima di seluruh Indonesia. (vip)
















