BANYUMASEKSPRES.ID, Kekalahan Timnas Inggris dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 menyisakan kesedihan mendalam bagi jutaan pendukung The Three Lions di seluruh dunia.
Salah satu sosok yang turut merasakan kekecewaan tersebut adalah aktris Wulan Guritno, yang selama ini dikenal sebagai penggemar setia tim nasional Inggris.
Melalui unggahan di media sosial, Wulan Guritno menunjukkan dukungan tanpa syarat kepada tim favoritnya.
Alih-alih meluapkan rasa kecewa, ia justru memberikan apresiasi kepada para pemain Inggris yang telah berjuang hingga babak semifinal.
Sikap tersebut mendapat respons positif dari para penggemar sepak bola dan warganet karena dinilai mencerminkan arti sesungguhnya dari seorang suporter sejati.
Lewat akun Instagram pribadinya, Wulan Guritno membagikan sebuah foto yang didedikasikan khusus bagi Timnas Inggris.
Dalam foto tersebut, aktris kelahiran London itu tampil mengenakan jersey putih khas The Three Lions sambil memegang rangkaian bunga sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pemain.
Unggahan tersebut disertai pesan menyentuh yang menggambarkan perasaan sedih sekaligus bangga setelah Inggris kembali gagal mewujudkan impian menjadi juara dunia.
“Bunga untuk Timnas Inggris. Aku merasa sangat patah hati, tapi juga bangga pada kalian semua. Terima kasih sudah berjuang sebisa mungkin. England forever,” tulis Wulan Guritno.
Pesan sederhana tersebut langsung dibanjiri komentar dari para pengikutnya.
Banyak warganet mengaku merasakan kesedihan yang sama sekaligus memberikan dukungan kepada Wulan dan Timnas Inggris.
Bagi publik, dukungan Wulan Guritno terhadap Timnas Inggris bukanlah hal baru.
Selain lahir di London, ia memang telah lama dikenal sebagai figur publik Indonesia yang secara terbuka mendukung Inggris di berbagai ajang sepak bola internasional.
Kesetiaan itu tidak hanya terlihat ketika Inggris meraih kemenangan, tetapi juga saat tim mengalami kegagalan.
Konsistensi tersebut membuat banyak penggemar memuji Wulan sebagai suporter yang tetap berdiri bersama tim kesayangannya dalam kondisi apa pun.
Perjalanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 sebenarnya berlangsung cukup impresif.
Skuad asuhan Thomas Tuchel mampu tampil konsisten sejak fase grup hingga berhasil menembus babak semifinal.
Pada pertandingan melawan Argentina, Inggris bahkan sempat membuka peluang menuju final setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-55.
Gol tersebut membuat pendukung The Three Lions optimistis tim kesayangannya mampu mengamankan tiket ke partai puncak.
Namun, Argentina menunjukkan mental juara sebagai juara bertahan. Enzo Fernandez berhasil menyamakan kedudukan ketika pertandingan memasuki fase akhir sebelum Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan assist matang kepada Lautaro Martinez.
Gol Lautaro memastikan Argentina membalikkan keadaan menjadi 2-1 sekaligus mengakhiri perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut membuat Inggris kembali harus menunda impian mengangkat trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1966.
Meski gagal mencapai final, penampilan The Three Lions sepanjang turnamen tetap menuai apresiasi karena mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia dan menunjukkan perkembangan permainan yang cukup konsisten.
Di sisi lain, kemenangan atas Inggris membawa Argentina melangkah ke final untuk menghadapi Spanyol pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Unggahan Wulan Guritno menjadi pengingat bahwa menjadi suporter bukan hanya tentang merayakan kemenangan.
Kesetiaan untuk tetap memberikan dukungan ketika tim mengalami kekalahan justru menjadi bentuk cinta yang paling tulus terhadap tim yang didukung.
Sikap Wulan pun menuai banyak apresiasi dari warganet. Baginya, rasa bangga terhadap perjuangan para pemain Inggris tetap lebih besar dibandingkan kekecewaan akibat kegagalan melangkah ke final.
Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa loyalitas seorang penggemar sejati akan tetap bertahan, baik saat tim berada di puncak kejayaan maupun ketika harus menerima kekalahan. (*/stch/dda)
















