BANYUMASEKSPRES.ID, Aktris Cinta Laura Kiehl kembali menunjukkan kemampuan aktingnya melalui serial terbaru berjudul Sleeping With The Enemy.
Dalam proyek produksi terbaru tersebut, Cinta mendapat tantangan besar karena harus memerankan dua karakter berbeda sekaligus, yakni Aruna dan Clara, yang memiliki latar belakang, kepribadian, serta karakter yang saling bertolak belakang.
Selain memainkan peran ganda, Cinta Laura juga mengungkapkan pengalaman baru yang belum pernah dijalaninya selama berkarier di dunia akting.
Untuk pertama kalinya, ia harus menjalani sejumlah adegan intim yang menjadi bagian penting dalam pengembangan cerita serial tersebut.
Menurut Cinta, adegan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebelumnya ia belum pernah terlibat dalam pengambilan gambar dengan tingkat kedekatan emosional seperti yang ditampilkan dalam serial ini.
“Ini series pertama juga di mana aku melakukan sebuah scene yang bisa dibilang cukup intimate dan ya mungkin terbilang seksi,” ujar Cinta Laura.
Meski demikian, perempuan berusia 32 tahun itu menegaskan seluruh proses produksi dilakukan secara profesional dengan mengutamakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemain.
Sebelum proses syuting dimulai, seluruh pemeran mengikuti workshop khusus mengenai pengambilan adegan intim.
Selain itu, tim produksi juga menghadirkan seorang intimacy coordinator (IC) yang bertugas mendampingi para pemain selama proses syuting berlangsung.
Menurut Cinta, keberadaan intimacy coordinator sangat membantu karena seluruh batasan serta kenyamanan pemain dibahas terlebih dahulu sebelum adegan direkam.
“Tetapi kami memiliki intimacy coordinator, kami sudah workshop intimasi juga, dan semua disepakati apa yang kami nyaman dan tidak nyaman,” katanya.
Cinta juga memberikan apresiasi kepada para lawan mainnya, khususnya pemeran pria, yang dinilainya selalu menjaga komunikasi dan menghormati batasan selama proses produksi.
Sikap profesional tersebut membuatnya dapat menjalani setiap adegan dengan lebih nyaman tanpa merasa khawatir.
“Dan lagi-lagi dengan cast laki-laki yang sangat respectful dan komunikatif dan baik, aku pribadi tidak concern tentang scene-scene yang steamy dan seksinya,” ungkapnya.
Menurut Cinta, adegan-adegan tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki fungsi penting dalam membangun konflik dan memperkuat alur cerita serial.
“Malahan aku merasa scene-scene itu akan memperkaya dan memperkuat storyline Sleeping With The Enemy ini,” tambahnya.
Hal lain yang membuat Cinta merasa nyaman adalah pendekatan sutradara Rizal Mantovani dalam menggarap adegan-adegan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Rizal mengarahkan pengambilan gambar menggunakan pendekatan female gaze, yakni sudut pandang yang lebih menghargai karakter perempuan sehingga adegan tidak terasa mengeksploitasi pemain.
“Lalu yang aku sangat suka dari POV Mas Rizal adalah dia ingin scene-scene itu dilakukan melalui female gaze. Dalam arti saat perempuan menonton scene-scene ini mereka tidak akan merasa jijik atau dieksploitasi,” tutur Cinta.
Selain menghadirkan Cinta Laura sebagai pemeran utama, serial Sleeping With The Enemy juga dibintangi oleh Randy Martin, Anthony Xie, dan Ersya Aurelia.
Kolaborasi para pemain tersebut diharapkan mampu menghadirkan cerita penuh konflik, misteri, dan drama psikologis yang menjadi daya tarik utama serial ini.
Saat ini proses produksi serial tengah berlangsung sebelum nantinya dijadwalkan tayang secara eksklusif di platform WeTV.
Dengan menghadirkan cerita yang kompleks, karakter ganda, serta proses produksi yang mengedepankan profesionalisme melalui pendampingan intimacy coordinator, Sleeping With The Enemy menjadi salah satu serial Indonesia yang paling dinantikan oleh para pecinta drama pada tahun 2026. (*/stch/dda)
















