Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Nurah Pasya Buka Suara, Singgung Sikap Tamara Bleszynski di Pernikahan Teuku Rassya

Tolak Bertemu Ibu Tiri Teuku RassyaTolak Bertemu Ibu Tiri Teuku Rassya
Tamara Bleszynski

BANYUMASEKSPRES.ID, Drama pernikahan Teuku Rassya ternyata tidak semudah yang dibayangkan banyak orang.

Kehadiran Tamara Bleszynski sebagai tamu undangan biasa dalam pernikahan anaknya justru memicu berbagai reaksi dari warganet.

Banyak yang mencibir Nurah Pasya, ibu tiri Rassya, karena dianggap ‘merebut’ posisi Tamara sebagai ibu kandung di momen penting tersebut.

Meskipun Rassya telah berusaha mengklarifikasi situasi ini dan bertemu dengan sang ibu, masalah tampaknya belum sepenuhnya teratasi.

Nurah Pasya melalui unggahan di media sosialnya mengungkapkan bahwa Tamara enggan untuk bertemu dengannya. Padahal, selama ini hubungan mereka dinilai baik.

Dalam bukti percakapan yang dipublikasikan melalui Instagram, terlihat Nurah meminta waktu untuk bertemu dengan Tamara.

“Cuma ketemu nyapa sebentar saja. Kemarin juga baik-baik aja kan. Mamaoya enggak mungkin bikin Rassya dalam masalah,” tulis Nurah dalam pesan kepada Rassya.

Permintaan untuk bertemu tersebut ditolak oleh Tamara melalui anaknya.

“Baiknya, jangan ketemu dulu ya Maoya. Agak kurang stabil situasinya,” tulis Rassya menolak permohonan ibunya untuk mengadakan pertemuan tersebut.

Dalam keterangannya, Nurah mempertanyakan sikap Tamara Bleszynski yang tiba-tiba menjauh.

“Aku salah apa kak Tamara? Kok enggak mau ketemu aku? Selama ini kan kita selalu saling menyapa dan baik-baik saja kan?” ungkapnya.

Melalui unggahannya di broadcast Instagram, Nurah Pasya menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Tamara agar bisa meluruskan kesalahpahaman yang ada dan mencegah anak-anak mereka dari bullying di media sosial.

“Aku begini, karena dia (Tamara Bleszynski) enggak mau bersihin apa yang sudah dia kotorin. Mana bisa aku diam saja! Berarti kan dia senang melihat aku dan anak-anak aku dibully,” tambah Nurah.

Permasalahan ini bermula ketika Tamara hadir sebagai tamu undangan biasa di pernikahan anaknya.

Menariknya, ia mengenakan dress berwarna hitam dalam momen bahagia itu, yang seharusnya menjadi hari istimewa bagi putranya.

Teuku Rassya kemudian menjelaskan bahwa masalah ini berawal dari kesalahpahaman mengenai kebaya yang seharusnya dikenakan oleh Tamara pada saat akad nikah dan resepsi.

Dari bukti chat yang dibagikan oleh Rassya di Instagramnya, terungkap adanya miskomunikasi terkait outfit yang akan digunakan oleh Tamara dalam acara tersebut.

Awalnya, Cleantha Islan sebagai menantu telah membeli kain dan menawarkan untuk membuatkan baju akad dan resepsi untuk Tamara.

Namun, Tamara menolak untuk menjahit bersama sang besan karena ingin mempercayakan pembuatan baju akad dan resepsi kepada sahabatnya yang tinggal di Bali dengan alasan agar lebih mudah melakukan fitting.

Teuku Rassya menambahkan bahwa sayangnya kesehatan sahabat ibunya menurun menjelang hari H.

Sehingga pada menit-menit terakhir, mama meminta bantuan untuk mencari penjahit pengganti agar bisa membuatkan kedua baju tersebut.

Cleantha pun langsung mencarikan penjahit alternatif yang mampu mengerjakan baju akad dan resepsi untuk Tamara.

Namun ironisnya, sehari sebelum hari pernikahan, tim dari wedding organizer justru mengira bahwa Tamara sudah menyiapkan outfit-nya sendiri.

Akibat kesalahpahaman ini, aktris berusia 51 tahun itu memutuskan untuk absen dari akad nikah antara Rassya dan Cleantha.

Meskipun begitu, dia memastikan akan hadir saat resepsi pernikahan putranya sebagai tamu undangan.

Rasanya tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa drama ini membawa dampak emosional bagi semua pihak yang terlibat, terutama bagi Teuku Rassya sebagai pengantin pria yang tentunya ingin momen bahagianya berjalan lancar tanpa adanya konflik antara kedua wanita terpenting dalam hidupnya.

Keterlibatan publik melalui media sosial juga menunjukkan bagaimana masyarakat sering kali cepat mengambil sisi dalam suatu konflik tanpa memahami konteks penuh dari situasi tersebut.

Ketika seorang figur publik seperti Tamara Bleszynski terlibat dalam isu pribadi seperti ini, dampaknya bisa sangat luas—tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Dalam hal ini, warganet sering kali memiliki pandangan tajam terhadap pilihan mereka tanpa mempertimbangkan semua elemen dari cerita yang lebih besar.

Momen-momen seperti ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi terbuka antara pihak-pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut di masa depan.

Nurah Pasya jelas-jelas merasa terluka dengan situasi ini dan berharap bisa menemukan jalan tengah demi kepentingan anak-anak mereka. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Dua Tanker Pertamina Bersiap Berlayar

Berita Selanjutnya
Mensos Pastikan Kesiapan STIP untuk SR

Mensos Ubah Gedung STIP Jadi Sekolah Rakyat, Siap Beroperasi Mei 2026