Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Siswa SMP Pius Cilacap Gelar Fashion Show dari Limbah Daur Ulang di Perayaan Hari Kartini 2026

Lenggak Lenggok dengan Busana dari LimbahLenggak Lenggok dengan Busana dari Limbah
FASHION SHOW : Aksi beberapa peserta peragaan fashion show berbahan dasar dari sampah daur ulang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, isu kepedulian terhadap lingkungan menjadi sorotan utama di SMP Pius Cilacap.

Siswa-siswi sekolah ini memanfaatkan limbah daur ulang untuk menciptakan kostum yang digunakan dalam lomba fashion show.

Berbagai bahan bekas seperti plastik, karung, hingga botol disulap menjadi busana adat yang mewakili keragaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Hasilnya, siswa kelas 7 dan 8 tampil dengan percaya diri di atas catwalk yang digelar di halaman sekolah pada Selasa (22/4).

Ketua OSIS SMP Pius Cilacap, Cinta Christy Hitipeuw, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program kerja OSIS yang sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

“Antusias teman-teman sangat tinggi. Mereka sampai meluangkan waktu untuk membuat kostum dari bahan bekas,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan menggunakan bahan daur ulang, siswa diajarkan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah.

“Banyak yang menggunakan plastik bekas, karung, dan botol. Dari situ mereka belajar bahwa limbah masih bisa dimanfaatkan,” jelas Cinta.

Sementara itu, Kepala SMP Pius Cilacap, Sr. Maria Sinclair PBHK, memberikan apresiasi terhadap ide kreatif tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mencerminkan sisi kreativitas siswa tetapi juga memberikan nilai edukasi yang penting.

“Anak-anak belajar memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai. Ini juga bagian dari kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi, melalui kostum adat yang ditampilkan oleh para siswa, mereka juga diajak untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Hal ini penting karena generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kekayaan budaya yang ada di tanah air mereka.

Sr. Maria mengharapkan bahwa kegiatan seperti ini dapat menanamkan kebiasaan positif bagi siswa-siswi SMP Pius Cilacap, baik dalam hal kreativitas maupun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong siswa untuk terus berpikir kreatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar mereka,” pungkasnya.

Fashion show ini tidak hanya sekedar ajang unjuk kreativitas siswa, tetapi juga sebagai bentuk kampanye kecil tentang pentingnya daur ulang dan penggunaan barang-barang bekas untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Dengan cara ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi masalah global seperti pencemaran dan pengelolaan sampah. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
IKN Kembangkan Kawasan Legislatif Yudikatif

Presiden Prabowo Teken Desain Kawasan Legislatif IKN, Target Rampung 2027

Berita Selanjutnya
Pemerintah Kebut Digitalisasi Bansos

Transformasi Digital Bansos Dimulai, Pemerintah Targetkan Penyaluran Lebih Tepat Sasaran