Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Unik, Mahasiswa Arsitektur UIN Saizu Purwokerto Rancang Kampus Virtual di Roblox

Bukti Gen Z Punya Insting Digital KuatBukti Gen Z Punya Insting Digital Kuat
HADIRKAN ROBLOX: Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, menghadirkan Roblox dalam UAS tahun ini. 

BANYUMASEKSPRES.ID, Kreativitas sering kali menjadi kunci dalam dunia pendidikan yang dinamis, dan hal ini terbukti di Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Mahasiswa Program Studi Arsitektur di universitas ini menghadirkan gebrakan unik dalam menyelesaikan tugas akhir semester gasal mereka.

Alih-alih menggunakan maket fisik atau gambar dua dimensi konvensional, mahasiswa tersebut memilih untuk merekonstruksi Gedung Kampus 2 UIN Saizu Purbalingga secara virtual menggunakan platform game populer, Roblox.

Proyek inovatif ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Literasi Digital di UIN Saizu. Koordinator Program Studi Arsitektur UIN Saizu, Fariz Nizar, mengungkapkan bahwa ide ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren digital global.

“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di kampus yang memiliki visi Unggul, Progresif, dan Integratif ini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tren digital dunia,” jelas Fariz.

Pemanfaatan Roblox sebagai media presentasi arsitektur menunjukkan potensi besar Generasi Z dalam memadukan teknologi imersif dengan fungsionalitas ruang.

Dalam proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar menggambar bangunan tetapi juga merasakan bagaimana desain tersebut ‘dihidupi’ oleh penggunanya di ruang virtual.

Fariz menekankan bahwa pendekatan ini lebih dari sekadar bermain game, melainkan upaya sistematis dalam mengasah kemampuan teknis mahasiswa.

Salah satu kekuatan utama Generasi Z adalah insting digital yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru.

Melalui rekonstruksi Kampus 2 Purbalingga di Roblox, mahasiswa diajak memahami skala, proporsi bangunan hingga pengalaman ruang atau user experience secara lebih konkret dan interaktif.

“Dengan membawa desain Kampus 2 Purbalingga ke dalam ekosistem virtual, mahasiswa belajar tentang skala, proporsi, dan pengalaman ruang atau user experience secara lebih interaktif,” papar Fariz.

Lebih jauh lagi, proyek ini dinilai sebagai wujud arsitektur adaptif yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Dunia virtual bukan lagi konsep masa depan semata tetapi telah menjadi ruang baru yang nyata dan akrab bagi generasi muda saat ini.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi nilai akademik tetapi juga menjadi strategi komunikasi visual yang segar untuk menjangkau Generasi Z dan Generasi Alpha sebagai calon mahasiswa baru yang akrab dengan dunia metaverse,” jelas Fariz lebih lanjut.

Selain memberikan nilai edukatif tinggi kepada para mahasiswa, proyek desain virtual ini juga menawarkan aksesibilitas yang luas bagi masyarakat umum. Kini siapa pun dapat menjelajahi Kampus 2 UIN Saizu Purbalingga secara daring tanpa harus datang langsung ke lokasi tersebut.

“Karena siapa pun kini bisa berkeliling melihat fasilitas Kampus 2 Purbalingga secara daring tanpa harus hadir secara fisik,” pungkasnya.

Melalui langkah inovatif ini, mahasiswa Arsitektur UIN Saizu tidak hanya belajar merancang ruang tetapi juga merancang masa depan pendidikan yang selaras dengan dunia digital yang terus berkembang pesat.

Ini adalah langkah strategis untuk memperkenalkan metode pembelajaran baru yang sejalan dengan era digitalisasi dan menunjukkan bagaimana institusi pendidikan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi global.

Inisiatif penggunaan Roblox dalam kegiatan akademik seperti ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana platform permainan dapat dimanfaatkan lebih jauh dari sekadar hiburan semata.

Dengan pendekatan kreatif seperti ini, UIN Saizu sedang membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap menghadapi tantangan zaman digital.

Untuk menarik perhatian calon mahasiswa baru serta masyarakat luas lainnya, langkah-langkah progresif seperti integrasi teknologi dalam kurikulum menjadi daya tarik tersendiri bagi institusi pendidikan tinggi seperti UIN Saizu.

Dalam konteks pendidikan kontemporer saat ini, kolaborasi antara teknologi informasi dan pembelajaran tradisional menjadi elemen penting bagi keberhasilan masa depan pendidikan tinggi.

Dengan demikian, langkah strategis ini tidak hanya membangun reputasi positif bagi UIN Saizu tetapi juga membuka peluang baru bagi inovasi pendidikan di Indonesia ke depannya. (*/fam)

Berita Sebelumnya
Cara Berbeda Rayakan Nataru di Tengah Sejarah

Rayakan Natal dan Tahun Baru di Borobudur: Wisata Budaya dan Ketenangan Alam

Berita Selanjutnya
Tetap Diminati Meski Cuaca Tak Menentu

Kunjungan Wisata Nataru di Banyumas Belum Maksimal, Cuaca Jadi Tantangan Utama Destinasi Alam