BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata air di Kabupaten Banyumas, langkah pengamanan diperketat untuk memastikan keselamatan para pengunjung.
Salah satu titik fokus pengamanan adalah dermaga halte Sungai Serayu di Desa Tambanegara, Kecamatan Rawalo, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama “ngisor jembatan” atau Sorjem.
Pada Minggu (4/1), petugas dari Polsek Rawalo aktif melakukan patroli dan memberikan imbauan keamanan kepada para pengelola dan wisatawan di kawasan tersebut.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang menikmati liburan di lokasi wisata sungai ini, jajaran Polsek Rawalo menekankan pentingnya keselamatan melalui imbauan kamtibmas.
Wisatawan dihimbau untuk selalu waspada saat berada di area perairan, mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola, serta memberikan perhatian ekstra pada anak-anak guna mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.
Kapolresta Banyumas melalui Kapolsek Rawalo AKP Eddy Susianto menegaskan bahwa pengamanan ini adalah upaya preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi wisata air.
“Kami mengingatkan pengelola wisata agar benar-benar memperhatikan standar keselamatan dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung, terutama di area sungai yang memiliki potensi bahaya,” ujar Kapolsek Rawalo AKP Eddy Susianto.
Lebih lanjut, selain pengamanan di dermaga Sungai Serayu, Kapolsek Rawalo juga melakukan pengecekan di obyek wisata Tirta Husada Kalibacin.
Pengecekan ini bertujuan memastikan kesiapan para pengelola dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta memetakan potensi kerawanan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan para pengunjung.
Dalam konteks ini, peranan pihak kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelindung masyarakat yang berlibur.
Memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan adalah prioritas utama terutama selama periode liburan sekolah ketika jumlah pengunjung melonjak signifikan.
Dengan demikian, tindakan preventif seperti patroli dan pengecekan rutin menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan kondusif.
Selain itu, komunikasi antara pihak kepolisian dengan pengelola objek wisata menjadi kunci dalam menjaga keamanan.
Pengelola diharapkan lebih proaktif dalam mengawasi kegiatan di sekitar area perairan serta memastikan semua fasilitas keselamatan berfungsi dengan baik.
Misalnya jaket pelampung harus tersedia dan dapat digunakan setiap saat diperlukan.
Tidak hanya keselamatan fisik yang menjadi perhatian utama tetapi juga kenyamanan psikologis para wisatawan.
Kehadiran petugas keamanan secara visible dapat memberikan rasa tenang bagi pengunjung sehingga mereka bisa menikmati liburan tanpa rasa khawatir berlebihan akan adanya gangguan atau bahaya.
Langkah-langkah antisipatif seperti ini tentu memerlukan kesadaran bersama antara pihak kepolisian, pengelola wisata, dan juga para wisatawan sendiri.
Kesadaran akan pentingnya keselamatan harus ditanamkan sejak dini agar dapat terwujud budaya berwisata yang aman dan bertanggung jawab.
Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan, beberapa objek wisata air lainnya juga melakukan penyesuaian dengan menambah jumlah personil keamanan khususnya pada akhir pekan atau hari libur panjang.
Langkah ini sejalan dengan upaya Polresta Banyumas untuk menciptakan iklim pariwisata yang kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Dengan demikian, sinergi antara berbagai pihak terkait sangat dibutuhkan agar destinasi-destinasi wisata air di Banyumas dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek-aspek keselamatan dasar bagi semua pihak yang terlibat mulai dari pengunjung hingga pekerja pariwisata itu sendiri.
Patroli mingguan dan inspeksi mendadak oleh aparat kepolisian setempat tak hanya bertujuan untuk menegakkan disiplin tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan demi kebaikan bersama. (zet/dda)
















