BANYUMASEKSPRES.ID, Kebangun di pagi hari dengan baju basah karena keringat saat tidur memang bikin nggak nyaman.
Selain membuat bantal dan kasur terasa lembap, kondisi ini juga sering meninggalkan sensasi lengket di tubuh yang mengganggu aktivitas sejak bangun tidur.
Nggak heran kalau banyak orang langsung ingin mandi agar badan kembali segar dan nyaman.
Kalau kamu termasuk orang yang cukup sering mengalami keringat berlebih saat tidur, ada baiknya mulai memperhatikan seberapa sering kondisi tersebut terjadi.
Intensitas kemunculannya bisa menjadi petunjuk penting mengenai apa yang sedang terjadi pada tubuh.
Pada dasarnya, berkeringat saat tidur merupakan hal yang umum dialami banyak orang.
Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu apabila terjadi hampir setiap hari atau muncul secara berulang dalam jangka waktu lama.
Tubuh sering kali memberikan sinyal ketika ada sesuatu yang tidak berjalan normal.
Salah satu sinyal tersebut bisa berupa keringat dingin saat tidur, terutama jika disertai gejala lain seperti demam, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, hingga jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya.
Hal tersebut bukan berarti setiap orang yang berkeringat saat tidur pasti mengalami penyakit serius.
Namun, meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh tetap menjadi langkah yang bijak agar masalah kesehatan dapat dikenali lebih dini.
Daripada terus bertanya-tanya mengenai penyebab tubuh berkeringat saat tidur, simak beberapa kondisi yang dapat memicunya berikut ini.
Kepanasan Karena Lupa Menyalakan AC atau Kipas Angin
Tidak semua kasus keringat saat tidur berkaitan dengan penyakit. Dalam banyak situasi, penyebabnya justru sangat sederhana, yaitu suhu ruangan yang terlalu panas.
Jika kamu terbangun dengan pakaian yang lembap karena keringat, coba periksa kembali kondisi kamar.
Bisa jadi AC atau kipas angin belum dinyalakan sehingga suhu ruangan meningkat selama tidur.
Selain itu, penggunaan pakaian tidur yang terlalu tebal atau selimut berlapis juga dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak keringat.
Apabila suhu ruangan menjadi penyebab utama, cobalah menciptakan lingkungan tidur yang lebih nyaman. Hindari kebiasaan begadang hingga tertidur tanpa sempat menyalakan pendingin ruangan.
Menggunakan kaos atau singlet berbahan adem juga bisa membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil sepanjang malam.
Selain menjaga suhu kamar, kebersihan tubuh sebelum tidur juga penting diperhatikan. Mandi sebelum tidur dapat membantu mengurangi rasa gerah sekaligus menjaga tubuh tetap segar.
Penggunaan deodorant setiap hari juga dapat membantu meminimalkan aroma tidak sedap akibat produksi keringat berlebih.
Axe Ice Chill Deodorant Bodyspray menjadi salah satu pilihan yang menawarkan sensasi segar dan dingin. Produk ini memiliki aroma yang fresh sehingga dapat memberikan kenyamanan tambahan sebelum beristirahat.
Kebanyakan Makan Sebelum Tidur
Pola makan sebelum tidur ternyata juga dapat memengaruhi produksi keringat di malam hari.
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar menjelang waktu tidur membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut.
Risiko ini semakin meningkat ketika makanan yang dikonsumsi berupa hidangan pedas atau minuman panas.
Seblak kuah, ayam geprek level pedas tinggi, hingga berbagai makanan berbumbu kuat dapat memicu peningkatan suhu tubuh dan membuat seseorang lebih mudah berkeringat saat tidur.
Hal ini udah dikonfirmasi langsung oleh ahli tidur Rebecca Robins.
Berkeringat di malam hari juga bisa disebabkan oleh kurangnya vitamin B12, sehingga lo perlu memastikan asupan protein hewani tercukupi dengan baik.
Sumbernya macam-macam, bisa dari daging sapi, susu, atau keju, bro. Biar badan lo nggak keringetan saat tidur, sang ahli menyarankan lo untuk nggak makan terlalu banyak sebelum tidur. Seenggaknya, beri jeda minimal 2 jam!
Stres atau Cemas Berlebihan
Kondisi mental ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas tidur seseorang.
Ketika pikiran sedang penuh tekanan, tubuh dapat memberikan respons berupa produksi keringat yang meningkat saat malam hari.
Jika akhir-akhir ini kamu sering terbangun dengan tubuh berkeringat tanpa penyebab yang jelas, bisa jadi stres atau kecemasan sedang memengaruhi sistem tubuh tanpa disadari.
Respons alami tubuh terhadap tekanan psikologis dapat tetap berlangsung meskipun seseorang sedang tertidur. Untuk membantu mengurangi kondisi tersebut, cobalah mengenali sumber stres yang sedang dihadapi.
Mengambil jeda sejenak dari rutinitas yang melelahkan atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menenangkan pikiran.
Mimpi Buruk
Mimpi buruk menjadi salah satu penyebab keringat saat tidur yang cukup sering terjadi. Saat mengalami mimpi yang menegangkan atau menakutkan, tubuh dapat memberikan reaksi yang mirip dengan ketika menghadapi situasi stres di dunia nyata.
Akibatnya, detak jantung meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, dan produksi keringat pun bertambah.
Kondisi ini membuat seseorang terbangun dengan tubuh yang terasa basah meskipun suhu kamar sebenarnya normal.
Untuk membantu mengurangi risiko mimpi buruk, cobalah menciptakan suasana rileks sebelum tidur.
Memikirkan hal-hal yang menyenangkan, mengonsumsi susu hangat, serta berdoa sebelum beristirahat dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Penyakit Idiopathic Hyperhidrosis
Keringat berlebih yang muncul secara konsisten, terutama pada malam hari, bisa menjadi gejala hiperhidrosis.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi keringat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan kebutuhan normal.
Hiperhidrosis umumnya muncul pada area tertentu seperti ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
Namun, pada beberapa kasus, produksi keringat berlebih juga dapat terjadi saat seseorang sedang tidur.
Para ahli menjelaskan kalau hiperhidrosis adalah gejala dari penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, sampai gangguan tiroid.
Keringat berlebih saat tidur juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri seperti endokarditis atau infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme pada dinding jantung bagian dalam, bro.
Pokoknya kalau telapak tangan dan ketiak lo sering basah tanpa alasan jelas atau berkeringat saat tidur di malam hari, segera cek ke dokter, bro!
Gangguan Hormon
Perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh juga dapat memicu munculnya keringat berlebih saat tidur.
Kelenjar keringat bekerja di bawah kendali hipotalamus, yaitu bagian otak yang berperan dalam pengaturan berbagai hormon penting.
Ketika terjadi gangguan pada sistem hormonal, produksi keringat dapat meningkat meskipun tubuh tidak sedang beraktivitas berat atau berada di lingkungan yang panas.
Sering berkeringat saat tidur, atau bahkan keringetan di siang bolong meski nggak kepanasan atau olahraga?
Sebaiknya periksa ke dokter. Bisa aja lo mengalami masalah gangguan hormon seperti hipertiroid, feokromositoma, sampai sindrom karsinoid.
Efek Samping Obat
Tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis obat dapat memicu keringat berlebih saat tidur.
Efek samping ini cukup umum terjadi dan dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi tubuh masing-masing.
Beberapa jenis obat yang sering dikaitkan dengan munculnya keringat malam antara lain obat antidepresan, obat migrain, terapi hormon, hingga obat untuk diabetes.
Karena jenis obat yang berpotensi menimbulkan efek ini cukup beragam, penting untuk memperhatikan perubahan yang muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.
Jika keringat saat tidur mulai muncul setelah penggunaan obat baru dan terjadi secara berulang, konsultasi dengan dokter dapat membantu memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan efek samping pengobatan atau disebabkan oleh faktor lain.(taa)














