BANYUMASEKSPRES.ID, Kawasan destinasi wisata alam Pantai Pangandaran menyajikan area yang sangat luas untuk menjelajahi oleh para pelancong domestik.
Salah satu titik paling favorit bagi para turis adalah hamparan Pasir Putih di Taman Wisata Alam Cagar Alam.
Pesona keindahan alam Pasir Putih tersebut dinilai masih sangat memikat hati masyarakat luas untuk datang berkunjung setiap akhir pekan.
Meskipun lanskap kawasan konservasi itu disebut tidak seindah dulu lagi, nyatanya spot ini tetap ramai dipadati oleh pengunjung.
Daya tarik utama yang dapat disaksikan secara langsung oleh publik di sana adalah keberadaan puing bangkai kapal asing Viking.
Monumen kapal pencuri ikan tersebut dahulu ditenggelamkan secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada masa jabatannya.
Hingga saat ini, kondisi bangkai kapal besar itu terpantau masih terdampar kokoh di atas hamparan area terumbu karang.
Pemandu Wisata Pantai Pangandaran Satimin memaparkan ragam agenda rekreasi yang dapat dilakukan pengunjung guna menikmati pesona Pasir Putih.
“Disana kan kawasannya tidak terlalu luas, jadi bergantia,” ucapnya saat berbincang.
Beberapa aktivitas olahraga air seru yang bisa dicoba di antaranya adalah snorkeling, bermain pasir, hingga mendayung papan paddle board.
Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan laut sekitar dengan cara berkeliling menggunakan armada perahu motor sewaan milik nelayan setempat.
“Untuk sampai kesana harus naik perahu, setiap orangnya ditarif Rp 20.000. Untuk maksimal 5 sampai 7 penumpang,” katanya.
Dirinya turut mengimbau para pelancong agar tidak membawa perbekalan makanan dalam jumlah berlebih saat memasuki area Pasir Putih.
Larangan membawa logistik berlebihan tersebut dikarenakan adanya kawanan monyet ekor panjang liar yang hidup bebas di sekitar hutan.
“Khawatir ada monyet digerumuti. Bahkan tak sedikit wisatawan kehilangan tas,” ucapnya.
Biaya tiket masuk ke spot Pasir Putih ini sudah terintegrasi secara langsung ke dalam paket wisata Pantai Pangandaran.
Publik memiliki dua opsi akses transportasi alternatif terpopuler untuk bisa sampai ke lokasi eksotis Pasir Putih Pangandaran tersebut.
Pilihan pertama adalah menempuh jalur darat membelah kawasan TWA Cagar Alam dengan durasi berjalan kaki selama dua puluh menit.
Opsi kedua yaitu menggunakan jasa perahu wisata dengan durasi penyeberangan laut yang hanya memakan waktu tempuh sekitar sepuluh menit.
Satimin merekomendasikan alur wisata di Pasir Putih sebaiknya dimulai dengan berlayar naik perahu menuju kawasan ujung barat TWA.
Setelah puas berkeliling laut, perahu baru bersandar di tepi Pasir Putih agar wisatawan bisa bersantai menikmati sajian kelapa muda.
Agenda liburan kemudian dapat ditutup dengan aktivitas menyelam permukaan atau snorkeling melihat keindahan bawah laut bersama pemandu lokal.
“Aktivitas ini alurnya lebih terasa dan tidak bolak balik,” tutupnya. (vip)














