Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KPK Sita 60 Barang Bukti dari Unsoed, Ada Dokumen hingga Salinan Digital
Alyssa Daguise Kena Body Shaming Usai Melahirkan, Al Ghazali Langsung Pasang Badan

Alyssa Daguise Kena Body Shaming Usai Melahirkan, Al Ghazali Langsung Pasang Badan

Kena Body ShamingKena Body Shaming
Alyssa Daguise

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Alyssa Daguise kembali menjadi sorotan publik setelah mendapat komentar negatif dari sejumlah netizen mengenai perubahan bentuk tubuhnya setelah melahirkan anak pertama.

Kondisi tersebut membuat sang suami, Al Ghazali, angkat bicara dan memberikan pembelaan terhadap Alyssa.

Perubahan bentuk tubuh Alyssa Daguise menjadi perhatian setelah dirinya menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.

Penampilannya dalam acara kenegaraan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagian netizen menyoroti bentuk tubuh Alyssa yang dinilai terlihat lebih berisi dibandingkan sebelum melahirkan.

Komentar mengenai bentuk tubuh tersebut kemudian berkembang menjadi aksi body shaming terhadap istri Al Ghazali.

Al Ghazali tidak tinggal diam melihat istrinya mendapatkan komentar negatif. Ia menilai perubahan fisik setelah seorang perempuan menjalani proses kehamilan dan melahirkan merupakan sesuatu yang wajar.

Saat ditanya mengenai komentar netizen terhadap bentuk tubuh Alyssa Daguise, Al Ghazali menyebut komentar tersebut datang dari orang-orang yang merasa iri.

“Ah itu netizen yang sirik aja. Saya rasa wajar saja memberikan ASI,” ujar Al Ghazali.

Menurutnya, perubahan tubuh yang dialami Alyssa bukan sesuatu yang seharusnya menjadi bahan cibiran.

Terlebih, Alyssa baru saja menjalani proses kehamilan dan melahirkan anak pertama mereka.

Al Ghazali kemudian menegaskan bahwa perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan.

“Semua wanita begitu kok, cuma wajar-wajar aja sih,” sambungnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan Al Ghazali kepada Alyssa di tengah ramainya komentar mengenai penampilan sang istri di media sosial.

Al Ghazali juga memberikan respons tegas terhadap orang-orang yang memberikan komentar negatif mengenai tubuh Alyssa.

Ia menilai komentar yang menyerang fisik seseorang tidak pantas dilakukan.

Menurut Al Ghazali, netizen seharusnya lebih memahami kondisi perempuan setelah menjalani kehamilan dan persalinan sebelum memberikan penilaian terhadap bentuk tubuh.

“Cuma kurang ajar yang komen,” tegas Al Ghazali.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk pembelaan Al Ghazali terhadap Alyssa Daguise yang menjadi sasaran komentar mengenai penampilan fisiknya.

Sorotan terhadap Alyssa Daguise muncul setelah dirinya menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.

Kehadiran Alyssa dalam acara tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu momen penting setelah dirinya menjalani masa kehamilan dan melahirkan anak pertama.

Namun, alih-alih hanya membahas kehadirannya dalam acara kenegaraan tersebut, sebagian pengguna media sosial justru menyoroti perubahan bentuk tubuhnya.

Komentar mengenai tubuh Alyssa kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Fenomena tersebut kembali memperlihatkan bagaimana figur publik perempuan kerap mendapatkan perhatian berlebihan terhadap perubahan fisik setelah melahirkan.

Padahal, tubuh perempuan dapat mengalami berbagai perubahan selama kehamilan, persalinan, dan masa menyusui.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses yang dialami tubuh setelah kehamilan.

Sikap Al Ghazali dalam membela Alyssa menunjukkan bahwa komentar mengenai bentuk tubuh tidak selalu dapat dianggap sebagai candaan atau kritik biasa.

Bagi seseorang yang baru menjalani proses kehamilan dan melahirkan, komentar mengenai perubahan fisik dapat menjadi sesuatu yang sensitif.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan dampak sebelum menuliskan komentar di media sosial.

Terlebih, komentar mengenai tubuh seseorang tidak memberikan manfaat apabila hanya bertujuan untuk mempermalukan atau merendahkan.

Dalam kasus Alyssa Daguise, Al Ghazali memilih memberikan respons secara terbuka.

Ia menegaskan bahwa perubahan tubuh Alyssa merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan bagi orang lain untuk memberikan komentar negatif.

Kasus yang dialami Alyssa Daguise juga menjadi pengingat mengenai fenomena body shaming terhadap perempuan setelah melahirkan.

Setelah kehamilan, tubuh perempuan memang dapat mengalami perubahan. Berat badan, bentuk perut, ukuran tubuh, hingga berbagai aspek fisik lainnya bisa berbeda dibandingkan sebelum hamil.

Setiap perempuan juga memiliki proses pemulihan yang berbeda. Karena itu, tidak tepat apabila kondisi tubuh seseorang setelah melahirkan dibandingkan dengan orang lain.

Alih-alih memberikan komentar negatif, dukungan dari keluarga dan lingkungan justru lebih dibutuhkan selama masa setelah persalinan.

Pembelaan Al Ghazali terhadap Alyssa Daguise pun menjadi perhatian karena ia secara langsung menanggapi komentar yang diarahkan kepada istrinya.

Dengan demikian, sorotan terhadap Alyssa Daguise bukan hanya mengenai perubahan penampilan setelah melahirkan, tetapi juga membuka kembali pembahasan tentang pentingnya menghentikan kebiasaan melakukan body shaming terhadap perempuan.

Bagi Alyssa dan Al Ghazali, perubahan bentuk tubuh bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan.

Yang lebih penting adalah kesehatan, proses pemulihan, serta kehidupan keluarga setelah hadirnya anak pertama mereka. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KPK Bawa 60 Barang Bukti dari Rektorat Unsoed

KPK Sita 60 Barang Bukti dari Unsoed, Ada Dokumen hingga Salinan Digital