BANYUMASEKSPRES.ID, American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) resmi membuka pendaftaran program Fulbright Master’s Degree Scholarship dan Fulbright Doctoral Degree Scholarship hingga 18 Februari 2026.
Program bergengsi ini memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di Amerika Serikat, tanpa batasan usia.
Melalui beasiswa Fulbright S2, peserta dapat menempuh pendidikan jenjang magister selama 1–2 tahun di universitas ternama di Amerika Serikat.
Peserta beasiswa diperbolehkan memilih bidang studi apapun, kecuali kedokteran yang melibatkan perawatan pasien atau kontak klinis secara langsung.
Ketentuan yang sama juga berlaku bagi pendaftar program beasiswa doktoral (PhD). Proposal dari bidang humaniora, seni, ilmu sosial, serta sains, teknologi, engineering, matematika (STEM), dan kesehatan akan diterima sesuai prioritas akademik AMINEF.
Beasiswa Fulbright mencakup berbagai fasilitas yang dirancang untuk mendukung kelancaran studi penerima.
Menurut laman resmi AMINEF, penerima beasiswa akan memperoleh biaya kuliah penuh, tiket pesawat pulang-pergi, tunjangan menetap, tunjangan buku, hingga tunjangan komputer.
Di samping itu, tersedia pula biaya aplikasi visa J-1 untuk penerima beasiswa dan visa J-2 untuk tanggungan, tunjangan bagasi berlebih, tunjangan hotel setelah program selesai, serta tunjangan hidup bulanan (stipend) guna menutupi biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari.
Penerima beasiswa juga mendapatkan perlindungan melalui asuransi kesehatan Fulbright (ASPE) selama masa studi di Amerika Serikat.
Namun, penting dicatat bahwa tunjangan hidup Fulbright tidak mencakup biaya tanggungan.
Jika penerima beasiswa ingin membawa pasangan atau anak (maksimal usia 21 tahun), permohonan baru dapat dilakukan setelah menyelesaikan semester pertama, disertai bukti kemampuan finansial serta asuransi bagi seluruh tanggungan.
Untuk jenjang magister (S2), pelamar diwajibkan memiliki gelar sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,0 dari skala 4,0.
Kemampuan bahasa Inggris harus dibuktikan melalui hasil tes resmi, dengan skor TOEFL ITP minimal 550, TOEFL iBT minimal 80, IELTS minimal 6,5, atau Duolingo minimal 125.
Calon pendaftar juga harus merupakan WNI yang bukan penduduk tetap AS dan tidak sedang tinggal di AS. Selain itu, mereka diharapkan memiliki kualitas kepemimpinan, pengalaman pelayanan masyarakat, serta komitmen kuat terhadap bidang studi yang dituju.
Pendaftar juga harus menunjukkan kemampuan menyelesaikan studi penuh waktu di AS dan berkomitmen untuk kembali ke Indonesia setelah program berakhir, serta bersedia bekerja minimal lima tahun sebelum pensiun.
Sementara itu, untuk beasiswa doktoral (S3), pendaftar wajib memiliki gelar magister (S2) dengan IPK minimal 3,0 dari 4,0.
Persyaratan kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi, dengan skor TOEFL ITP minimal 575, TOEFL iBT minimal 90, IELTS minimal 7,0, atau Duolingo minimal 135.
Calon peserta S3 juga diharapkan berencana mengambil atau melanjutkan posisi akademis setelah menyelesaikan studi. Mereka harus memiliki kepemimpinan yang kuat, pengalaman sosial, dan prestasi akademis luar biasa.
Seperti jenjang magister, peserta program doktoral wajib berkomitmen untuk kembali ke Indonesia dan mengabdi di tanah air setelah menyelesaikan masa studinya.
Pendaftaran beasiswa Fulbright 2026 dapat dilakukan dengan membuat akun melalui laman resmi AMINEF. Setelah itu, pendaftar dapat memulai proses pengisian formulir, menyimpan draf aplikasi, dan memperbarui data hingga pengajuan final.
Sebelum mengirimkan aplikasi terakhir, disarankan untuk memeriksa kembali seluruh informasi karena data yang sudah dikirim tidak dapat diubah.
AMINEF menganjurkan agar pendaftar mengajukan lamaran lebih awal untuk menghindari kendala sistem menjelang batas akhir pendaftaran.
Program beasiswa Fulbright dari AMINEF terus menjadi salah satu jalur paling bergengsi bagi putra-putri Indonesia yang ingin menempuh studi lanjutan di luar negeri.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat, program beasiswa Fulbright 2026 tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat hubungan akademik dan budaya antara kedua negara. (fam)
















