BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga merancang belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan total sebesar Rp2,145 triliun.
Anggaran ini dirancang untuk memperkuat sembilan sektor strategis, terutama yang terkait layanan dasar masyarakat, infrastruktur, hingga pembangunan desa.
Plt Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menekankan bahwa kebijakan belanja tahun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak yang bersentuhan langsung dengan kepentingan warga.
Dalam penjelasan akhir pekan lalu, Dimas menyatakan bahwa kebijakan belanja daerah disusun untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan kabupaten dan diarahkan pada sejumlah pos prioritas.
“Kebijakan belanja daerah dirancang untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan kabupaten dan diarahkan pada sejumlah pos prioritas,” ungkap Dimas.
Ia menambahkan bahwa alokasi belanja akan mengedepankan efisiensi dan efektivitas, termasuk pada belanja wajib seperti gaji pegawai serta operasional pemerintahan.
Namun lebih dari itu, Pemkab Purbalingga juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendekatkan program-program kepada masyarakat.
Salah satu prioritas utama adalah mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai dengan visi misi kepala daerah periode 2025–2029.
“Termasuk komitmen kami untuk memperbaiki infrastruktur dasar, khususnya jalan. Alus dalane, kepenak ngodene itu bukan sekadar slogan, tapi komitmen yang harus diwujudkan,” tegas Dimas.
Pembangunan infrastruktur jalan menjadi perhatian penting karena merupakan salah satu indikator utama dari kenyamanan dan kemajuan suatu daerah. Dengan kondisi jalan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Selain pada bidang infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi fokus utama dengan alokasi dana yang signifikan untuk peningkatan layanan, fasilitas kesehatan, serta pengembangan tenaga kesehatan.
Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pengembangan manusia seutuhnya sehingga perhatian terhadap sektor ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, sektor ekonomi dirancang agar dapat tumbuh lebih inklusif dengan mendorong program-program yang menopang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pelaku usaha lokal lainnya.
Pertumbuhan ekonomi lokal dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan karena dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Dimas juga menekankan pentingnya mendorong inovasi dalam pelayanan publik serta melakukan reformasi kelembagaan agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Kita ingin kualitas tata kelola meningkat, lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya.
Ini menunjukkan komitmen Pemkab Purbalingga untuk terus bertransformasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.
Di sisi sosial, perhatian juga diberikan melalui alokasi belanja untuk memperkuat program perlindungan sosial serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat agar kelompok rentan tetap terlindungi di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Salah satu pendekatan baru adalah perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan pembangunan tempat ibadah.
“Kesehatan mental dan spiritual masyarakat juga penting agar kita bisa membangun Purbalingga yang sehat lahir batin dan berakhlakul karimah,” lanjutnya.
Dengan menitikberatkan pada aspek spiritualitas ini diharapkan akan tercipta kehidupan sosial yang harmonis serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Program Gerakan Membangun Desa disebut sebagai fondasi dari pembangunan berkelanjutan oleh Dimas karena desa merupakan elemen penting dari struktur sosial Purbalingga.
“Desa adalah wajah asli Purbalingga. Kalau desa kuat kabupaten pasti maju,” tandasnya.
Oleh karena itu Pemkab fokus dalam membangun desa-desa agar menjadi lebih mandiri dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah secara keseluruhan.
Dengan arah belanja yang lebih terfokus dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat Pemkab Purbalingga berharap mampu mewujudkan pemerintahan yang hadir nyata di tengah masyarakat memberikan solusi nyata atas permasalahan sehari-hari mereka. (tya/stch)
















