Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Angkudes di Cilacap Makin Sepi Penumpang

Angkudes makin sepi penumpangAngkudes makin sepi penumpang
Angkutan desa mangkal di Terminal Cilacap. Kondisi angkudes saat ini sepi penumpang.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kondisi angkutan pedesaan di Kabupaten Cilacap semakin mengkhawatirkan, seiring dengan terus menurunnya jumlah penumpang.

Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi para pengemudi yang menggantungkan hidup mereka pada trayek angkutan desa. Budi, salah satu sopir angkutan desa yang melayani rute Cilacap-Jeruklegi, mengungkapkan keprihatinannya terkait situasi ini.

“Di masa sekarang, mencari penumpang sangat sulit. Jika dalam sehari bisa mendapatkan penghasilan Rp 50 ribu saja sudah dianggap beruntung. Padahal, dulu sebelum keberadaan sepeda motor dan layanan transportasi online, kami bisa mendapatkan lebih dari Rp 200 ribu per hari,” ungkap Budi saat berbincang dengan tim Banyumas Ekspres di Terminal Cilacap.

Menurut Budi, banyak penumpang kini beralih menggunakan sepeda motor pribadi atau memilih jasa transportasi daring.

Alasan utamanya adalah kedua opsi tersebut dianggap lebih praktis dan cepat dibandingkan menggunakan angkutan desa.

Perubahan preferensi ini mencerminkan bagaimana kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat memengaruhi sektor transportasi tradisional.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap, Triharyanto, membenarkan situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Cilacap tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Kami memahami betul keluhan para sopir angkutan desa. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Cilacap, melainkan juga di banyak daerah lain. Perkembangan teknologi dan peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi menjadi faktor utama,” ujar Triharyanto.

Menyadari tantangan yang ada, Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap tidak berpangku tangan. Berbagai strategi tengah disusun untuk mencari solusi yang tepat dalam menghadapi permasalahan transportasi ini.

Salah satu langkah yang sedang dikaji adalah penyesuaian rute angkutan agar lebih menjangkau daerah padat penduduk yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Selain itu, Dishub juga mempertimbangkan kemungkinan integrasi dengan layanan transportasi daring sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan daya saing angkutan pedesaan.

Langkah lainnya adalah memberikan subsidi bagi rute-rute yang secara ekonomi kurang menguntungkan namun sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Kami sedang mengkaji beberapa opsi seperti penyesuaian rute angkutan agar lebih menjangkau daerah padat penduduk yang belum terlayani optimal, kemungkinan integrasi dengan layanan transportasi daring serta pemberian subsidi untuk rute-rute yang secara ekonomi kurang menguntungkan namun sangat dibutuhkan masyarakat,” jelas Triharyanto.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, Dinas Perhubungan Cilacap juga merencanakan dialog rutin dengan para pengusaha dan sopir angkutan pedesaan untuk mencari solusi terbaik secara bersama-sama.

Hal ini dilakukan guna memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat diterima oleh semua pihak terkait serta benar-benar efektif dalam mengatasi masalah yang ada.

Dialog-dialog tersebut ditujukan untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak serta mendiskusikan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan demi keberlangsungan bisnis angkutan pedesaan sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dari sisi ekonomi lokal, kondisi menurunnya jumlah penumpang pada moda transportasi tradisional seperti angkutan pedesaan memiliki implikasi luas terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat berdampak pada berkurangnya lapangan kerja bagi para pengemudi serta pelaku usaha terkait lainnya seperti bengkel dan pemasok suku cadang kendaraan bermotor.

Pemerintah daerah harus bijak dalam menyusun kebijakan agar dampak sosial-ekonomi dari perubahan preferensi transportasi ini dapat diminimalisir. Dukungan terhadap inovasi model bisnis baru mungkin diperlukan agar pelaku usaha tradisional dapat bersaing dalam era digitalisasi saat ini. (rey/stch).

Berita Sebelumnya
Vonis terdakwa lebih rendah dari tuntutan

Vonis Para Terdakwa Kasus Korupsi Jembatan Merah Purbalingga Lebih Rendah dari Tuntutan

Berita Selanjutnya
Idzes pilih bertahan di venezia

Jay Idzes Pilih Bertahan di Venezia