Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Atap Pasar Cilongok Banyumas Ambruk Diterjang Hujan, 52 Pedagang Terpaksa Berjualan Tanpa Atap

52 pedagang berjualan tanpa atap52 pedagang berjualan tanpa atap

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Atap bagian luar Pasar Cilongok ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (4/6) sore.

Peristiwa tersebut menimbulkan dampak signifikan bagi aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi para pedagang pelataran yang kini terpaksa berjualan tanpa pelindung, di tengah cuaca yang masih tak menentu.

Kejadian ambruknya atap terjadi di area belakang dan sisi kiri gedung utama pasar, lokasi yang selama ini digunakan oleh puluhan pedagang pelataran untuk menggelar dagangan mereka. Para pedagang ini umumnya menggantungkan penghasilan harian dari aktivitas jual beli di ruang terbuka tersebut.

Saat ditinjau langsung pada Kamis (5/6), terlihat sebagian pedagang berupaya memperbaiki kerusakan ringan secara mandiri. Mereka mengikat terpal seadanya untuk menghalau terik matahari dan hujan, meskipun kondisi lapak tetap tidak ideal.

Di sisi lain, petugas pasar dan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas telah melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh guna merumuskan langkah lanjutan.

Kepala Pasar Cilongok, Tarso, menjelaskan bahwa insiden berlangsung sangat cepat dan terjadi saat kondisi cuaca ekstrem. Setelah menerima laporan dari para pedagang, pihak pengelola pasar langsung melakukan peninjauan lokasi bersama dinas terkait.

“Kejadian sekitar sore hari saat hujan lebat dan angin kencang. Kami langsung cek lokasi bersama dinas,” ujar Tarso, Kamis (5/6).

Beruntung, menurut Tarso, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena ambruknya atap terjadi di luar jam padat aktivitas pasar. Meski demikian, ia mengakui bahwa para pedagang kini berada dalam situasi yang cukup sulit dan mengkhawatirkan karena harus berjualan tanpa perlindungan atap.

“Tidak ada korban jiwa karena kejadiannya sore. Tapi para pedagang tentu merasa resah,” jelasnya.

Sebanyak 52 pedagang disebut terdampak langsung oleh kerusakan tersebut. Mereka merupakan pedagang pelataran yang sehari-hari menempati ruang terbuka di sisi pasar, namun tetap tercatat resmi dan membayar retribusi kepada pengelola pasar.

“Pedagang yang terdampak itu pelataran, tapi mereka tetap resmi. Masih dalam area pasar,” tegas Tarso.

Hingga saat ini, proses perbaikan masih menunggu tindak lanjut dari UPTD Pasar Wilayah Barat dan Bidang Pasar Dinperindag Banyumas. Pihak pasar sudah melakukan inventarisasi secara rinci terhadap kerusakan yang terjadi sebagai dasar pengajuan perbaikan kepada pemerintah daerah.

“Kerusakan sudah kami inventarisir bersama dinas. Tinggal menunggu proses dan kesiapan anggaran,” pungkasnya.

Situasi ini menambah tantangan bagi pedagang pelataran yang dalam keseharian sudah bergantung pada cuaca. Tanpa naungan atap yang memadai, mereka tak hanya terpapar hujan dan panas secara langsung, tetapi juga mengalami penurunan kenyamanan konsumen yang berdampak pada pendapatan harian.

Dengan belum adanya kejelasan waktu perbaikan, kekhawatiran pun terus menghantui para pedagang.

Pihak pasar berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas jual beli kembali normal. Warga dan konsumen pun mendukung percepatan proses perbaikan karena pasar Cilongok merupakan salah satu pusat ekonomi penting di wilayah Banyumas barat. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Rekomendasi laptop desain grafis rp 3 jutaan yang cocok untuk mahasiswa dkv

3 Rekomendasi Laptop Desain Grafis Rp 3 Jutaan yang Cocok untuk Mahasiswa DKV

Berita Selanjutnya
Tembok pos paud retak

Bangunan PAUD Retak di Banyumas, Siswa Anak Belajar di Balik Banner, Renovasi Segera Dilaksanakan