BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb Haeru Rahayu, melakukan kunjungan ke Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Banjarnegara.
Desa ini dikenal sebagai Desa 1.000 Kolam dan menjadi pusat budidaya ikan nila. Dalam kunjungannya tersebut, KKP memberikan bantuan berupa dua ribu ekor calon induk ikan nila unggulan kepada lima kelompok pembudidaya ikan setempat.
“Kami telah menetapkan Banjarnegara sebagai kampung perikanan budidaya. Kami ingin melihat langsung bagaimana kelompok-kelompok di sini mengelola pembenihan hingga pembesaran ikan nila,” ujar Haeru yang hadir mewakili Menteri KKP.
Haeru berharap Banjarnegara dapat menjadi penyuplai utama benih ikan nila untuk program revitalisasi tambak di pesisir Pantai Utara Jawa yang mencakup area seluas 20.000 hektare, termasuk proyek percontohan di Karawang seluas 300 hektare.
Menurut Haeru, kebutuhan benih mencapai lebih dari 25 juta ekor dan harus dipenuhi oleh unit-unit pembenihan yang terjamin kualitasnya.
“Kami memerlukan bibit nila dalam jumlah besar dengan kualitas yang baik. Kami sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar rantai pasok ini dapat berjalan secara optimal,” tegasnya.
Lima kelompok budidaya ikan (Pokdakan) yang menerima masing-masing 400 ekor calon induk nila tersebut adalah Mina Lestari (Tanjunganom), Mina Karya Bersama (Lengkong), Mina Serayu (Adipasir), Mina Tanjung (Luwung), dan Nila Tani (Kincang).
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi benih di Banjarnegara sehingga pada tahun 2024 mampu menghasilkan lebih dari 230 juta ekor benih nila.
Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, yang turut hadir mendampingi kunjungan tersebut menyatakan dukungannya terhadap inisiatif dari KKP. Ia menilai program ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Dengan adanya bantuan induk serta perhatian dari pusat, kita bisa mengoptimalkan potensi perikanan darat yang ada di Banjarnegara,” katanya pada hari Rabu (23/7).
Menurut Amalia, saat ini Kecamatan Rakit memiliki sekitar 400 rumah tangga perikanan dengan luas total kolam pembenihan mencapai lebih dari 262 ribu meter persegi.
Potensi ini dinilai sangat layak untuk dikembangkan lebih jauh jika didukung oleh infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai dari pemerintah pusat.
“Kami akan terus mendukung kepentingan masyarakat. Harapan kami adalah pemerintah pusat juga memperhatikan akses dan infrastruktur di Banjarnegara,” kata Amalia.
Kunjungan tersebut juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar ekonomi lokal.
Dengan melibatkan berbagai pihak terkait termasuk kelompok pembudidaya dan masyarakat setempat upaya peningkatan produksi perikanan dapat terwujud dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan ekonomi wilayah terutama di sektor perikanan langkah-langkah strategis seperti pemberian bantuan induk unggul ini sangat penting untuk memastikan kelangsungan usaha para petani ikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan produksi dan efisiensi distribusi hasil perikanan.
Inisiatif seperti ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lokal namun juga berpotensi membuka peluang ekspor ke pasar internasional jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Dengan demikian harapan akan adanya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya petani ikan dapat terwujud seiring dengan penguatan daya saing produk perikanan Indonesia di pasaran global. (jud/stch)
















