BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 atau MagangHub sebagai salah satu langkah untuk mempercepat penyerapan lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja.
Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi semester II tahun 2026 dengan dukungan anggaran mencapai Rp4,2 triliun.
Melalui program tersebut, pemerintah meningkatkan kapasitas peserta menjadi 150 ribu orang.
Jumlah ini lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya menampung sekitar 100 ribu lulusan perguruan tinggi.
Peningkatan kuota tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan lebih luas bagi para lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa rangkaian Program Magang Nasional 2026 mulai berjalan pada Juli 2026.
Tahap pertama yang akan dilaksanakan adalah pembukaan pendaftaran peserta batch I. Batch pertama menyediakan kuota sebanyak 50 ribu peserta.
Masa pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juli hingga 28 Juli 2026.
“Ini suatu hal, kabar baik buat adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jadi kenaikannya (jumlah peserta) itu dari 100 ribu menjadi 150 ribu (orang), dan dengan jumlah anggaran sekitar Rp4,2 triliun,” kata Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/6).
Dengan peningkatan jumlah peserta dan dukungan anggaran yang lebih besar, pemerintah berharap semakin banyak lulusan perguruan tinggi dapat memperoleh akses menuju dunia kerja melalui Program Magang Nasional 2026.
Menaker menjelaskan bahwa para lulusan perguruan tinggi masih memiliki waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum masa pendaftaran resmi dimulai.
Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk menyiapkan dokumen maupun persyaratan yang diperlukan agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar.
“Untuk pendaftaran peserta, ini yang mungkin ditunggu-tunggu, yaitu dibuka pada 15-28 Juli. Jadi masih ada kesempatan 2 minggu lagi (bagi peserta untuk mempersiapkan diri),” ujar Menaker.
Setelah masa pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2026, proses berikutnya adalah verifikasi dan seleksi peserta.
Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan diumumkan pada 7 Agustus 2026.
Sementara itu, pelaksanaan Program Magang Nasional batch I akan dimulai pada 10 Agustus 2026 sehingga peserta dapat langsung mengikuti penempatan magang sesuai hasil seleksi.
Perusahaan dan Instansi Diminta Segera Membuka Lowongan Magang
Selain membuka pendaftaran bagi peserta, Kementerian Ketenagakerjaan juga mengajak perusahaan, kementerian, maupun lembaga untuk bergabung sebagai mitra penyelenggara Program Magang Nasional 2026.
Seluruh calon mitra diberikan kesempatan untuk melakukan pendaftaran melalui platform MagangHub sekaligus mengunggah berbagai posisi magang yang tersedia.
Batas waktu pendaftaran bagi perusahaan dan instansi sebagai mitra berlangsung hingga 15 Juli 2026.
“Dua minggu ini kesempatan perusahaan untuk mereka login, register ke platform MagangHub, kemudian mem-posting lowongan magang yang dibuka. Silahkan para perusahaan, kementerian dan lembaga memanfaatkan kesempatan ini,” kata Yassierli.
Keterlibatan perusahaan, kementerian, dan lembaga dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan magang sekaligus menyediakan posisi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan memastikan setiap lowongan magang yang diunggah oleh para mitra tidak langsung ditayangkan begitu saja.
Seluruh posisi yang tersedia akan melalui proses verifikasi terlebih dahulu agar benar-benar sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi yang menjadi sasaran utama Program Magang Nasional 2026.
“Kami akan memverifikasi. Yang akan kita verifikasi adalah terkait dengan apakah lowongan itu benar-benar cocok untuk lulusan perguruan tinggi,” ujarnya menambahkan.
Proses verifikasi tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas program sekaligus memastikan peserta memperoleh pengalaman magang yang relevan dengan latar belakang pendidikan mereka.
Program Magang Nasional 2026 dirancang sebagai penghubung antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Selama mengikuti program, peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan atau instansi yang telah menjadi mitra penyelenggara.
Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, pemerintah memberikan uang saku dengan nilai setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Selain memperoleh uang saku, peserta juga mendapatkan perlindungan sosial selama mengikuti program.
Perlindungan tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK), sehingga peserta memiliki perlindungan selama menjalani kegiatan magang.
Setelah menyelesaikan masa magang, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyiapkan sertifikasi kompetensi sebagai tindak lanjut untuk mendukung kesiapan peserta memasuki pasar kerja.
Melalui penambahan kuota peserta hingga 150 ribu orang dan dukungan anggaran sebesar Rp4,2 triliun, pemerintah berharap Program Magang Nasional 2026 mampu mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Program ini tidak hanya memberikan pengalaman bekerja secara langsung di lingkungan profesional, tetapi juga membekali peserta dengan kompetensi yang lebih baik, perlindungan sosial selama magang, serta sertifikasi kompetensi setelah program selesai.
Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi ketika memasuki pasar kerja sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. (taa)














