BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kabupaten Banyumas menerima alokasi LPG 3 kilogram tertinggi di wilayah Banyumas Raya untuk mengamankan kebutuhan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025-2026.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan ratusan ribu tabung LPG melon siap tersedia, mengantisipasi meningkatnya aktivitas rumah tangga pada periode liburan panjang ini.
Menurut data distribusi, Kabupaten Banyumas mendapat alokasi sebesar 127.834 tabung LPG 3 kilogram. Jumlah ini adalah yang tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di eks Karesidenan Banyumas.
Kabupaten Cilacap menyusul dengan alokasi 122.264 tabung, Kebumen mendapatkan 86.916 tabung, Purbalingga memperoleh 68.110 tabung, dan Banjarnegara kebagian 60.640 tabung. Secara keseluruhan, distribusi LPG di Banyumas Raya mencapai total 465.764 tabung.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa peningkatan pasokan LPG ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi potensi kenaikan konsumsi masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru.
“Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan tabung LPG 3 kilogram di luar pasokan normal di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” ungkap Taufiq dalam keterangan persnya.
“Totalnya mencapai 3,15 juta tabung atau setara dengan 9.436 metrik ton yang akan disalurkan secara bertahap mulai dari 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026,” lanjutnya.
Ia menambahkan, untuk wilayah Jawa Tengah disiapkan sekitar 2,8 juta tabung LPG 3 kilogram, sementara Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan tambahan sebanyak 345 ribu tabung. Jumlah penambahan ini sekitar 7,7 persen lebih tinggi dibandingkan distribusi normal harian.
Distribusi dilakukan melalui pangkalan resmi serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan yang memadai.
“Dengan adanya penambahan ini, ketahanan stok LPG 3 kilogram di Jawa Tengah dan DIY, termasuk Kabupaten Banyumas, dalam kondisi aman,” jelasnya.
Selain menjamin kelancaran pasokan, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina.
Hal ini penting bukan hanya untuk memastikan ketersediaan stok saja tetapi juga karena harga jual di pangkalan resmi sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah, yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
“Kami juga mengajak masyarakat yang mampu secara finansial untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram,” tambah Taufiq lagi.
“Hal ini agar subsidi LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran,” katanya.
Keberhasilan dalam pengelolaan distribusi ini menunjukkan kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi kebutuhan energi saat masa liburan panjang akhir tahun.
Dengan jumlah pasokan yang signifikan di Kabupaten Banyumas selama libur Natal dan Tahun Baru nanti, kebutuhan masyarakat akan gas elpiji dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
Akhirnya, perencanaan dan strategi matang dari Pertamina Patra Niaga tidak hanya sekadar menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga serta memastikan bahwa subsidi tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Melihat kesiapan logistik yang sudah terjamin tersebut, Taufiq optimistis bahwa distribusi LPG selama liburan panjang akhir tahun dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti di seluruh wilayah Banyumas Raya. (dms/stch/fam)
















