BANYUMASEKSPRES.ID, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI kembali membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia (BCB Rusia) Batch 2 Tahun 2025 untuk mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Rusia.
Pendaftaran program ini dibuka hingga 7 Oktober 2025, menyediakan kesempatan bagi mahasiswa aktif maupun alumni pesantren.
Beasiswa ini menawarkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun bagi penerimanya.
Selain itu, terdapat fasilitas tambahan seperti seragam PDH, program mentoring bulanan, dan dukungan untuk mengikuti konferensi atau kompetisi akademik.
Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas umat dan mendukung generasi muda berprestasi, khususnya alumnus pesantren yang sedang menempuh studi luar negeri.
“Beasiswa ini dibuka dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat kita … mahasiswa kita di Rusia ini hebat-hebat semua,” ujarnya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, menyebut bahwa kehadiran beasiswa dari BAZNAS sangat membantu mahasiswa Indonesia di Rusia, terutama yang membawa beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) yang belum menutup seluruh kebutuhan hidup.
“Memberikan optimisme bagi mahasiswa kita di Rusia untuk lebih fokus meningkatkan studinya,” ucapnya.
Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia (BCB Rusia) Batch 2 ditujukan kepada mahasiswa Indonesia (baik S1, S2, maupun S3) yang sedang studi di Rusia.
Program ini terbuka untuk mahasiswa aktif (ongoing study) dengan syarat semester tertentu: S1 (semester 1–8), S2 (semester 1–4), dan S3 (semester 1–6).
Salah satu syarat penting adalah calon peserta Warga Negara Indonesia (WNI), Muslim, dan diutamakan alumni pesantren. Bagi mereka yang berada di jurusan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) mendapat prioritas.
Selain itu, calon peserta harus menunjukkan prestasi akademik atau non-akademik, dan melengkapi dokumen seperti KTP, KK, transkrip nilai, ijazah, surat rekomendasi, serta esai bertema “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus”.
Tahapan seleksi beasiswa ini mulai dari seleksi administrasi, yang dijadwalkan antara 7–15 Oktober 2025, kemudian pengumuman hasil seleksi administratif pada 24 Oktober 2025.
Wawancara akan dilakukan pada 25–26 Oktober, dan pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 3 November 2025. Masa daftar ulang ditetapkan antara 4–7 November 2025.
Calon peserta diinstruksikan mengunduh petunjuk teknis dan format dokumen di tautan resmi, kemudian mengisi formulir daring melalui portal yang telah ditentukan. (bazn.as/JuknisBCBRusia2025 dan bazn.as/DaftarBCBRUSIA2025)
Bagi mahasiswa Rusia yang sudah mengantongi beasiswa dari PKR, BCB Rusia menjadi pelengkap dukungan keuangan agar biaya hidup harian bisa terpenuhi tanpa tekanan.
Dengan adanya dukungan hidup tambahan, mahasiswa diharapkan lebih fokus terhadap studi, penelitian, dan pengembangan diri.
Namun, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program ini adalah memastikan transparansi, keberlanjutan dukungan, serta bahwa proses seleksi dilakukan secara adil.
Kalangan pengamat pendidikan menilai bahwa publik berhak memantau data peserta, skor seleksi, dan alokasi dana agar kepercayaan terhadap institusi tetap memadai.
Kehadiran beasiswa ini juga diharapkan bisa memperkuat jaringan intelektual di wilayah Rusia, serta berdampak jangka panjang ketika para alumni kembali dan berkontribusi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS menyebut bahwa penerima beasiswa diinsentif untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Rusia sebagai bentuk keberlanjutan program dari bawah.
Bagi calon peserta, langkah awal penting adalah mempersiapkan dokumen seperti ijazah, transkrip, rekomendasi, dan esai sejak sekarang agar tidak terkejar waktu.
Pantau pengumuman resmi melalui laman BAZNAS, kanal media sosial, dan portal pendidikan agar tidak melewatkan update penting seperti pengumuman seleksi atau revisi jadwal.
Secara keseluruhan, pembukaan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia 2025 batch 2 membuka peluang besar bagi mahasiswa dan alumni pesantren untuk mendapatkan dukungan studi luar negeri.
Dengan durasi pendaftaran yang tidak lama (hingga 7 Oktober), dorongan agar calon peserta segera mempersiapkan persyaratan menjadi sangat penting agar tidak kehilangan kesempatan berharga ini. (sgsa)
















