BANYUMASEKSPRES.ID, Pertanyaan mengenai berapa denda telat bayar Shopee PayLater dalam satu hari kerap muncul di kalangan pengguna layanan cicilan ini.
Tidak sedikit pengguna yang mengaku masih bingung memahami bagaimana sistem perhitungan denda dan bunga ketika pembayaran tagihan Shopee PayLater melewati tanggal jatuh tempo.
Kebingungan tersebut biasanya muncul setelah pengguna mengalami keterlambatan pembayaran. Banyak yang bertanya-tanya apakah denda dihitung harian atau bulanan, serta seberapa besar bunga Shopee PayLater yang tetap harus dibayar meski hanya telat satu hari.
Selain itu, sebagian pengguna juga ingin mengetahui apakah keterlambatan pembayaran berdampak pada akun Shopee mereka secara keseluruhan.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penting memahami mekanisme Shopee PayLater secara menyeluruh agar pengguna tidak salah perhitungan dan terhindar dari risiko keuangan.
Shopee PayLater atau SPayLater merupakan produk pinjaman atau cicilan yang disediakan oleh e-commerce Shopee. Layanan ini menjadi salah satu metode pembayaran yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi belanja tanpa harus membayar secara langsung di awal.
Melalui Shopee PayLater, pengguna dapat berbelanja terlebih dahulu dan melakukan pembayaran di bulan berikutnya dengan skema cicilan.
Shopee menyediakan pilihan tenor cicilan yang beragam, mulai dari satu bulan melalui program beli sekarang bayar nanti, hingga cicilan tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan.
Dalam penggunaannya, Shopee PayLater tidak terlepas dari sejumlah biaya yang harus dipahami oleh pengguna. Biaya cicilan Shopee PayLater terdiri atas suku bunga serta biaya tambahan yang telah ditetapkan oleh pihak Shopee.
Besaran bunga Shopee PayLater diketahui minimal sebesar 2,95 persen untuk program beli sekarang bayar nanti dengan tenor satu bulan.
Sementara itu, bunga tersebut juga berlaku untuk cicilan dengan jangka waktu tiga bulan, enam bulan, hingga 12 bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain bunga, Shopee juga memberlakukan biaya penanganan sebesar 1 persen dari total transaksi. Biaya ini otomatis ditambahkan ke dalam total tagihan yang harus dibayarkan oleh pengguna saat jatuh tempo tiba.
Sebagai gambaran perhitungan, apabila seseorang membeli barang dengan harga Rp 100.000 dan memilih opsi Shopee PayLater satu bulan, maka total tagihan yang harus dibayarkan saat jatuh tempo menjadi Rp 103.950.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari bunga dan biaya penanganan yang dikenakan.
Masalah kemudian muncul ketika pengguna tidak membayar tagihan Shopee PayLater tepat waktu. Dalam kondisi ini, Shopee akan mengenakan denda keterlambatan pembayaran yang wajib dibayarkan oleh pengguna.
Denda telat bayar Shopee PayLater ditetapkan sebesar 5 persen per bulan dari total tagihan. Artinya, denda tidak dihitung secara harian, melainkan bersifat bulanan dan dikenakan atas seluruh jumlah tagihan yang belum dibayarkan.

Sebagai contoh, jika total tagihan Shopee PayLater mencapai Rp 100.000 dan pengguna terlambat membayar, maka total tagihan yang harus dibayarkan menjadi Rp 105.000.
Apabila keterlambatan terus berlanjut, jumlah tagihan tersebut akan terus bertambah setiap bulannya sesuai dengan persentase denda yang berlaku.
Selain denda finansial, keterlambatan pembayaran Shopee PayLater juga membawa konsekuensi lain yang tidak kalah serius.
Pengguna berisiko mengalami pembatasan akses terhadap sejumlah fitur di aplikasi Shopee, termasuk pembatasan penggunaan voucher dan promo tertentu.
Dampak lainnya adalah menurunnya skor atau peringkat kredit pengguna. Keterlambatan pembayaran Shopee PayLater dapat tercatat dalam SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan milik Otoritas Jasa Keuangan.
Catatan kredit yang buruk berpotensi menghambat pengguna saat mengajukan pembiayaan di bank atau lembaga keuangan lainnya di kemudian hari.
Risiko paling berat yang mungkin dihadapi pengguna adalah proses penagihan langsung di lapangan. Dalam kondisi tertentu, pengguna yang menunggak pembayaran Shopee PayLater berpeluang menghadapi penagihan oleh pihak debt collector sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan menggunakan fasilitas Shopee PayLater, pengguna disarankan memastikan kemampuan finansial agar dapat membayar tagihan tepat waktu dan terhindar dari berbagai risiko tersebut.
Berbeda dengan ShopeePay yang dapat diaktifkan secara otomatis, Shopee PayLater hanya tersedia bagi pengguna tertentu yang dinilai memenuhi syarat oleh pihak Shopee.
Layanan ini umumnya diberikan kepada pengguna aktif yang telah lama menggunakan aplikasi dan sering melakukan transaksi.
Shopee menetapkan sejumlah persyaratan bagi pengguna yang ingin mengaktifkan Shopee PayLater. Akun Shopee harus terdaftar dan terverifikasi, telah berusia minimal tiga bulan, aktif digunakan untuk bertransaksi, serta menggunakan versi aplikasi Shopee terbaru.
Selain memenuhi persyaratan tersebut, pengguna juga perlu menyiapkan KTP sebagai bagian dari proses pendaftaran. Perlu diperhatikan bahwa satu KTP hanya dapat digunakan untuk satu akun Shopee PayLater.
Selama proses aktivasi Shopee PayLater, pengguna tidak dikenakan biaya apa pun. Proses pendaftaran dilakukan langsung melalui aplikasi Shopee dengan mengikuti tahapan verifikasi identitas, mulai dari memasukkan kode verifikasi, mengunggah foto KTP, mengisi data diri, hingga melakukan verifikasi wajah.
Seluruh tahapan tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan layanan dan keakuratan data pengguna. Setelah proses aktivasi berhasil, pengguna dapat langsung memanfaatkan Shopee PayLater sebagai metode pembayaran sesuai dengan limit yang diberikan oleh Shopee. (fam)
















