BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara telah merumuskan strategi matang untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah pada tahun 2026.
Dengan ambisi menembus 10 besar, dan bahkan berupaya keras mencapai posisi tujuh besar, langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi dari Porprov sebelumnya yang dianggap belum mencapai potensi optimal.
Strategi awal ini dibahas dalam rapat terbatas yang melibatkan pengurus inti KONI Banjarnegara.
Rapat tersebut difokuskan pada pemetaan kekuatan cabang olahraga serta penyusunan program pembinaan atlet yang akan berlaga di kawasan Semarang Raya.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menegaskan bahwa rapat internal ini merupakan langkah awal sebelum pembahasan strategi besar dilakukan dalam forum rapat pleno.
“Rapat terbatas ini bertujuan untuk mengumpulkan program awal dari masing-masing bidang, yang hasilnya nanti akan dibawa ke rapat pleno agar menjadi keputusan bersama,” ujar Ahong pada Rabu (7/1).
Ahong menjelaskan bahwa salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi terhadap atlet yang berhasil mengamankan tiket Porprov serta mengevaluasi peluang medali dari setiap cabang olahraga.
“Inti dari rapat ini adalah membahas langkah-langkah ke depan agar target prestasi bisa tercapai,” tambahnya.
Target ambisius yang dipasang oleh KONI Banjarnegara tidak terlepas dari pencapaian mereka pada Porprov XVI Jateng 2023.
Pada saat itu, Banjarnegara menduduki peringkat kesembilan dengan perolehan 29 medali emas.
Jumlah emas tersebut sebenarnya setara dengan Kabupaten Banyumas yang berada di posisi kedelapan, namun Banjarnegara kalah dalam jumlah perolehan medali perak dan perunggu.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam menyusun strategi yang lebih terukur dan kompetitif untuk Porprov mendatang.
Setelah rapat pleno, KONI Banjarnegara berencana untuk duduk bersama para pengurus cabang olahraga dan pelatih kepala guna memetakan potensi atlet sekaligus menganalisis kekuatan daerah pesaing.
Selain fokus pada target prestasi Porprov, diskusi juga mencakup agenda penyelenggaraan event olahraga di Banjarnegara.
Event-event tersebut dinilai tidak hanya penting untuk pembinaan atlet tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
“Berbagai event olahraga yang digelar di Banjarnegara telah terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, sehingga hal ini juga menjadi bagian dari kontribusi KONI dalam mendukung program ekonomi kerakyatan,” jelas Ahong dengan penuh keyakinan.
Ahong berharap kombinasi antara pembinaan atlet yang lebih terarah dan penyelenggaraan event olahraga dapat meningkatkan prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Pembinaan atlet secara intensif digadang-gadang sebagai kunci sukses untuk mengejar target besar tersebut.
Langkah-langkah konkret akan segera diambil oleh KONI Banjarnegara guna memastikan kesiapan menghadapi Porprov 2026.
Rapat-rapat berikutnya direncanakan akan mempertemukan berbagai pihak terkait guna menyinergikan visi dan misi menuju peningkatan prestasi olahraga di tingkat provinsi.
Dalam skala lebih luas, keberhasilan mencapai 10 atau bahkan tujuh besar bukan hanya soal kebanggaan daerah tetapi juga tentang bagaimana Banjarnegara dapat menunjukkan eksistensinya di arena olahraga Jawa Tengah.
Ini adalah tentang bagaimana setiap atlet diberdayakan secara maksimal untuk meraih hasil terbaik demi mengharumkan nama daerah mereka.
KONI Banjarnegara menaruh harapan besar pada generasi muda atletik daerah, percaya bahwa dengan dukungan penuh dan pembinaan berkelanjutan, mereka dapat mencapai puncak prestasi yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Dengan demikian, semangat kompetitif dan solidaritas tim diharapkan dapat terus terjaga hingga ajang Porprov XVII Jawa Tengah dimulai. (jud/dda)
















