Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BLT Kesra 900 Ribu Cair di Banyumas, Warga Rela Antre Panjang Demi Kebutuhan Akhir Tahun

Antrean Penerima BLT MengularAntrean Penerima BLT Mengular
MENGULAR: Warga memadati Kantor POS Ajibarang demi mencairkan BLT Kesra, Selasa (30/12).

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di penghujung tahun, masyarakat rentan miskin di Kabupaten Banyumas mendapatkan angin segar dengan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Program bantuan ini memberikan Rp900 ribu per orang dan dimaksudkan untuk meringankan beban ekonomi warga menjelang pergantian tahun.

Gelombang antusiasme terlihat jelas ketika awak media melakukan pemantauan di beberapa Kantor POS di Kabupaten Banyumas pada Selasa (30/12). Antrian panjang yang mengular tampak nyata saat warga menunggu giliran di bawah terik matahari.

Mereka rela bertahan demi memastikan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi, terutama menjelang momen pergantian tahun yang kerap memerlukan pengeluaran lebih.

Agus Prihanto, seorang warga dari Kracak, mengungkapkan kegembiraannya saat pertama kali menerima bantuan sosial dari pemerintah. Melalui undangan pencairan yang diterima dari ketua RT setempat, Agus menjadi salah satu dari sekitar sepuluh orang penerima BLT Kesra di lingkungannya.

“Hari ini (kemarin) adalah jadwal susulan. Sebelumnya sudah ada lima orang yang menerima,” ungkapnya kepada tim awak media pada Selasa (30/12).

Demi mengambil BLT Kesra, Agus harus meninggalkan pekerjaannya sejenak dan menuju Kantor POS Ajibarang bersama anaknya.

Sementara itu, istrinya dengan sabar mengantre untuk mendapatkan giliran pencairan. Perjalanan mereka dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 10.30 WIB.

“Alhamdulillah dapat untuk membeli kebutuhan pokok. Sangat terbantu,” ujar Agus dengan nada lega.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PSPFM) Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Banyumas, Meita Dwi Farhani, menjelaskan bahwa total penerima BLT Kesra di Kabupaten Banyumas mencapai angka 76.885 orang.

Penerima ini terdiri dari mereka yang sudah mendapatkan bantuan sosial sebelumnya namun mendapat tambahan (top up), warga yang belum pernah menerima bansos dan berada pada desil satu hingga empat serta warga rentan miskin yang tergolong hingga desil enam.

Proses pendataan penerima BLT Kesra diyakini lebih akurat karena melibatkan usulan dari pemerintah desa. Desa dianggap paling memahami kondisi sosial dan ekonomi warga, sehingga berperan penting dalam menentukan siapa saja yang layak menerima bantuan tersebut.

“Desa lebih paham warganya. Jika ada warganya yang masuk desil enam namun kondisinya benar-benar memprihatinkan maka desa dapat mengusulkannya sebagai penerima BLT Kesra,” jelas Meita.

Program BLT Kesra ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam upaya mendukung kesejahteraan masyarakat menjelang pergantian tahun.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih membayangi, bantuan ini setidaknya memberikan sedikit kelonggaran bagi warga dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Para penerima bantuan, seperti Agus Prihanto, merasakan manfaat nyata dari program ini. Bantuan tunai sebesar Rp900 ribu dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya yang harganya kerap mengalami fluktuasi terutama menjelang tahun baru.

Namun, proses pencairan BLT Kesra tidak terlepas dari tantangan tersendiri, terutama terkait antrian panjang yang harus dihadapi warga saat mengambil uang tunai di Kantor POS.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pihak terkait untuk mencari solusi agar penyaluran bantuan berjalan lebih efektif dan efisien di masa mendatang.

Selain itu penting juga bagi para pemangku kebijakan untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini agar benar-benar tepat sasaran serta bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan tanpa terkecuali.

Di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil akibat berbagai faktor eksternal maupun internal, kehadiran program-program sosial semacam ini sangat dinantikan oleh masyarakat luas sebagai bentuk perlindungan sosial guna menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Dengan demikian, tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas diri masing-masing individu penerima manfaat program tersebut.

Semoga dengan adanya BLT Kesra ini kehidupan masyarakat Banyumas khususnya golongan rentan dapat sedikit terbantu dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari terutama menjelang pergantian tahun baru nanti. (yda/fam)

Berita Sebelumnya
Dapat Hibah dari Jakarta, Armada Damkar Bertambah

Tambah Armada, Purbalingga Terima Hibah Mobil Damkar dari DKI Jakarta

Berita Selanjutnya
Dengan memahami fungsi, manfaat, dan prosedur pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, pekerja dapat merencanakan perlindungan finansial secara lebih matang

BPJS Ketenagakerjaan: Fungsi, Manfaat Perlindungan, dan Panduan Pendaftaran