Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bocah 3 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Desa Pakuran Kebumen

Bocah 3 Tahun Ditemukan Meninggal di KolamBocah 3 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam
PENYELIDIKAN: Tim Inafis Polres Kebumen melakukan olah TKP bocah berumur tiga tahun yang ditemukan meninggal di kolam rumahnya, Senin (1/12)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam sebuah tragedi yang menyayat hati, seorang bocah berusia 3 tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam dekat rumahnya sendiri di Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng.

Kejadian tragis ini berlangsung pada Senin (1/12), ketika bocah bernama M Nur Alby tersebut sedang bermain di tepi kolam yang terletak tepat di depan rumahnya.

Peristiwa ini terungkap ketika seorang warga setempat, Jamanudin, sedang bersiap untuk menunaikan shalat dhuhur. Saat itu, dia melihat si kecil sudah berada di dalam kolam dalam posisi telungkup.

Dengan cepat, Jamanudin memanggil Miskanudin, kakek dari korban, lalu bersama beberapa warga lainnya segera mengevakuasi tubuh sang anak dari kolam tersebut.

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, mewakili Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, menjelaskan bahwa saat ditemukan, korban telah meninggal dunia.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Polsek Sruweng dan Tim Inafis Polres Kebumen, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban.

“Anak tersebut juga belum menunjukkan tanda-tanda kekakuan saat pertama kali diperiksa,” ujar Kompol Faris.

Kapolsek Sruweng AKP Mardi beserta personel Polsek turut hadir dalam pemeriksaan lokasi tersebut.

Kolam tempat kejadian memiliki ukuran sekitar 15 meter dengan kedalaman air mencapai 120 sentimeter.

Pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Puskesmas Sruweng menguatkan temuan awal tim kepolisian bahwa tidak ada indikasi luka penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban dipastikan meninggal murni akibat tenggelam dengan perkiraan waktu kematian kurang dari empat jam sebelum pemeriksaan berlangsung,” jelas Kompol Faris.

Dalam situasi yang penuh duka ini, pihak keluarga korban memutuskan untuk menolak proses autopsi dan menerima jenazah untuk segera dimakamkan.

Keputusan ini tentunya dipengaruhi oleh keyakinan mereka akan penyebab kematian yang sudah jelas serta keinginan untuk segera memberikan penghormatan terakhir kepada anak tercinta.

Kompol Faris Budiman juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap anak-anak yang bermain di sekitar kolam atau area berair lainnya.

“Pengawasan orang tua menjadi hal penting untuk mencegah insiden serupa,” ujarnya dengan tegas.

Dia menekankan bahwa kemungkinan besar kurangnya pengawasan menyebabkan anak malang tersebut jatuh ke dalam kolam hingga akhirnya meninggal dunia.

Kejadian memilukan ini mengingatkan kita semua akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak kecil terutama saat mereka bermain di dekat area berbahaya seperti kolam atau badan air lainnya.

Kecerobohan sedikit saja bisa menyebabkan tragedi yang tak terbayangkan seperti kehilangan nyawa seorang anak kecil berharga.

Tragedi seperti ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Selain rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tersebut, kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam menjaga keselamatan anak-anak kita.

Masyarakat sekitar Desa Pakuran merasa sangat kehilangan atas kepergian M Nur Alby yang dikenal sebagai anak ceria dan penuh semangat.

Kenangan tentang tawa riangnya kini hanya bisa tersimpan dalam hati sanak keluarga dan kerabatnya serta para tetangga yang merindukan kehadirannya.

Dalam suasana berkabung ini, dukungan dan empati dari komunitas sangatlah penting untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit ini.

Tragedi semacam ini memang tak mudah dilupakan namun dengan adanya perhatian dan kasih sayang dari sesama warga bisa menjadi penghibur dan penguat bagi mereka yang ditinggalkan.

Sementara itu aparat kepolisian setempat terus mengingatkan warga mengenai pentingnya keselamatan anak-anak di lingkungan mereka sehari-hari terutama dari ancaman bahaya lingkungan sekitar seperti kolam renang atau sumber air lainnya. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
73 Desa Sudah Terapkan Layanan Linggamas Gratis

73 Desa di Purbalingga Kini Terapkan Layanan Linggamas Gratis, Urus KK dan KTP Tanpa Biaya

Berita Selanjutnya
Pemkab Banyumas Kawal Distribusi Becak Listrik

Pemkab Banyumas Kawal Distribusi 280 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo