Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bupati Sadewo Pastikan Layanan Trans Banyumas Tetap Jalan Meski Subsidi APBN Telah Berakhir

Pemkab Tegaskan Layanan Trans Banyumas Tetap JalanPemkab Tegaskan Layanan Trans Banyumas Tetap Jalan
KOMITMEN: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (berdiri) berkomitmen agar layanan Trans Banyumas tetap bisa berjalan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam situasi keuangan yang menantang, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan komitmennya untuk menjaga agar layanan Trans Banyumas tetap beroperasi demi melayani masyarakat.

Meski anggaran Pemerintah Kabupaten Banyumas mengalami efisiensi, sejumlah skema pembiayaan telah disiapkan untuk memastikan kelangsungan operasional Trans Banyumas setelah subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berakhir tahun ini.

“Saya berkomitmen bahwa Trans Banyumas harus tetap jalan,” tegas Sadewo usai acara Potong Tumpeng Tasyakuran 4 Tahun Layanan Trans Banyumas di Pool Trans Banyumas, Jumat (5/12).

Layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau memang menjadi salah satu program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Sadewo, subsidi untuk berbagai layanan publik seperti transportasi dan pendidikan telah dilaksanakan sebagian.

Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis serta penghapusan SPP untuk tingkat SD hingga SMA.

Namun, ia menekankan bahwa dukungan angkutan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara saat ini.

Perjanjian subsidi untuk Trans Banyumas pertama kali ditandatangani pada tahun 2020 dengan jangka waktu lima tahun.

“Subsidi APBN seharusnya berakhir pada 2025 tetapi karena dimulai pada Desember 2021, maka kami berharap bisa sampai 2026,” jelasnya.

Sayangnya, kondisi keuangan yang kurang stabil membuat perpanjangan subsidi tidak sepenuhnya disetujui.

Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengalokasikan hampir Rp15 miliar dan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan perpanjangan subsidi APBN.

“Dari Kementerian PU Dirjen Perhubungan Darat, kami diperkirakan hanya akan mendapat subsidi sementara sebesar Rp12 miliar,” ujar Sadewo.

Sebelumnya ada janji tambahan Rp12 miliar sehingga total harusnya menjadi Rp24 miliar.

Namun kabarnya terjadi efisiensi di Kementerian Perhubungan sehingga dana tersebut ditarik kembali.

Sadewo merinci bahwa saat ini hanya ada Rp12 miliar dari APBN 2026 dan anggaran induk APBD sudah disiapkan sebesar Rp15 miliar.

“Kami sedang mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan Darat dengan alasan bahwa di Banyumas, Trans Banyumas sangat terawat dan memiliki load factor terbaik,” tambahnya.

Kemungkinan penyesuaian tarif Trans Banyumas juga dibahas oleh Sadewo. Sebelum ada efisiensi, semua biaya ditanggung oleh APBN namun pemotongan anggaran kini membuat kenaikan tarif menjadi opsi yang dipertimbangkan.

“Misalnya tarif Purwokerto-Ajibarang saat ini sekitar Rp10.000 sedangkan kita masih mensubsidi hingga tarifnya hanya Rp3.900,” ungkap Sadewo.

Meskipun rencana penyesuaian tarif belum final, ia menjamin harga tetap terjangkau dan di bawah tarif umum.

“Ada kemungkinan tarif umum akan jadi Rp5.000 sedangkan untuk pelajar mungkin sekitar Rp3.000,” jelasnya lagi.

Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi yang memang perlu dipahami masyarakat.

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun menyatakan bahwa mulai 1 Januari 2026, Trans Banyumas akan memperluas jangkauannya ke wilayah selatan Kabupaten Banyumas.

“Kami akan mengoperasikan delapan unit kendaraan yang diambil dari koridor 3A dan 3B,” katanya.

Rute baru ini akan melintasi berbagai titik penting termasuk Terminal Bulupitu dan Kota Lama Banyumas.

Sebelum menetapkan rute baru tersebut, survei dilakukan untuk menilai antusiasme masyarakat di wilayah selatan terhadap layanan Trans Banyumas.

Hasilnya menunjukkan bahwa 96 persen masyarakat setempat menyambut baik adanya layanan ini dengan tingkat load factor yang diprediksi antara 75 hingga 80 persen berdasarkan dua kali survei penjajakan.

Ekspansi layanan ini juga mendukung program Integrated City Planning (ICP) dari pemerintah pusat dimana Kabupaten Banyumas menjadi satu-satunya daerah yang menerima fasilitas ICP ini.

Nantinya anggaran akan diambil dari Kementerian PU dan digunakan untuk mendukung pembangunan kota pendidikan serta kota pariwisata di daerah tersebut.

Dengan segala tantangan yang ada, Bupati Sadewo Tri Lastiono tetap menunjukkan dedikasinya untuk melanjutkan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui Trans Banyumas meski dalam kondisi fiskal yang ketat.(ads/dda)

Berita Sebelumnya
51 SPPG Resmi Kantongi SLHS

Purbalingga Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, 51 SPPG Resmi Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

Berita Selanjutnya
Satpol PP Amankan Ratusan Miras

Jual Miras via Live Medsos, Outlet Ilegal di Kebumen Disergap Satpol PP