BANYUMASEKSPRES.ID, Tagihan listrik rumah naik pada Agustus 2026 meski tarif listrik PLN tidak mengalami kenaikan. Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah penggunaan pemanas air listrik atau water heater.
Kementerian ESDM memastikan tarif tenaga listrik Triwulan III 2026, periode Juli hingga September, tetap tidak naik. Kebijakan tersebut berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan 24 golongan pelanggan bersubsidi.
Dengan demikian, kenaikan tagihan listrik tidak otomatis disebabkan oleh perubahan tarif. Masyarakat perlu mengecek perubahan jumlah pemakaian listrik dan penggunaan peralatan berdaya besar di rumah.
Water heater membutuhkan energi listrik untuk memanaskan air sesuai suhu yang dipilih pengguna. Konsumsinya dipengaruhi daya alat, kapasitas tangki, lama pemakaian, suhu air, dan frekuensi penggunaan.
Semakin besar daya serta semakin lama perangkat bekerja, semakin banyak listrik yang digunakan. Pemanas air yang terus menyala juga dapat memakai energi untuk mempertahankan suhu air di dalam tangki.
Sebagai contoh, perangkat dengan daya 1.000 watt yang bekerja penuh selama satu jam secara teoritis menggunakan sekitar 1 kWh. Jika digunakan satu jam setiap hari, konsumsi teoritisnya bisa mencapai sekitar 30 kWh dalam 30 hari.
Namun, konsumsi sebenarnya dapat berbeda karena elemen pemanas tidak selalu bekerja penuh selama perangkat menyala. Kondisi insulasi, suhu air, kapasitas tangki, dan pola penggunaan ikut menentukan besarnya energi yang terpakai.
Cara paling sederhana adalah menyalakan pemanas air hanya ketika diperlukan. Jika tersedia fitur timer, atur jadwal pemanasan sesuai waktu mandi dan hindari membiarkannya aktif sepanjang hari.
Pengaturan suhu juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu tinggi. Produsen pemanas air menyarankan penggunaan suhu yang sesuai kebutuhan karena suhu berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi dan memicu pemanasan tambahan.
Durasi mandi turut memengaruhi penggunaan listrik, terutama pada pemanas air yang memanaskan air secara langsung. Semakin banyak air panas yang digunakan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk menggantinya.
Pemilik water heater tipe tangki juga sebaiknya memperhatikan kondisi insulasi. Insulasi yang baik membantu menjaga panas sehingga kebutuhan pemanasan ulang dapat ditekan.
Perawatan berkala tidak boleh diabaikan karena endapan dan komponen yang tidak optimal dapat mengurangi efisiensi pemanasan. Pemeriksaan tangki, elemen pemanas, dan komponen pendukung membantu perangkat bekerja lebih efektif.
Jika hendak membeli perangkat baru, jangan hanya mempertimbangkan harga dan kapasitas. Perhatikan daya listrik, fitur hemat energi, pengaturan suhu, timer, serta kesesuaian kapasitas dengan jumlah penghuni rumah.
Beberapa water heater modern sudah memiliki fitur penghematan energi dan pengaturan otomatis. Teknologi tertentu bahkan dapat menyesuaikan pemanasan berdasarkan kebiasaan penggunaan air panas.
Kenaikan tagihan listrik tidak selalu berasal dari pemanas air. Peralatan seperti AC, kulkas, mesin cuci, pompa air, setrika, kompor listrik, dan perangkat elektronik juga dapat menyumbang konsumsi listrik rumah.
Karena itu, periksa jumlah pemakaian listrik dalam satuan kWh dari bulan ke bulan. Jika penggunaan meningkat setelah frekuensi pemakaian water heater bertambah, perangkat tersebut patut menjadi salah satu faktor yang dievaluasi.
Pelanggan pascabayar dapat membandingkan angka pemakaian pada rekening listrik sebelumnya. Sementara itu, pelanggan prabayar dapat melihat seberapa cepat token listrik habis dibandingkan periode sebelumnya.
Pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan III 2026 tetap meskipun perubahan sejumlah parameter ekonomi sebenarnya berpotensi mendorong kenaikan tarif. Parameter tersebut meliputi kurs, harga minyak mentah Indonesia atau ICP, inflasi, dan Harga Batubara Acuan atau HBA.
Keputusan mempertahankan tarif dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pelanggan. Karena itu, tagihan listrik yang meningkat perlu dilihat dari sisi konsumsi sebelum menyimpulkan adanya kenaikan tarif.
Untuk Agustus 2026, sejumlah tarif rumah tangga antara lain Rp415 per kWh untuk pelanggan 450 VA bersubsidi dan Rp605 per kWh untuk pelanggan 900 VA bersubsidi. Pelanggan 900 VA nonsubsidi dikenakan Rp1.352 per kWh, sedangkan pelanggan 1.300-2.200 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh dan 3.500 VA ke atas Rp1.699,53 per kWh.
Tarif per kWh bukan berarti setiap pelanggan akan membayar nominal yang sama. Besarnya tagihan tetap bergantung pada jumlah energi yang digunakan dan golongan pelanggan.
Menghemat listrik bukan berarti harus berhenti menggunakan air hangat. Pengguna cukup mengatur waktu pemakaian, memilih suhu sesuai kebutuhan, membatasi durasi mandi, dan mematikan perangkat ketika tidak diperlukan.
Jika dilakukan konsisten, penghematan dari water heater dapat membantu menekan konsumsi listrik bulanan. Jangan lupa mengevaluasi perangkat berdaya besar lainnya agar pengurangan tagihan tidak hanya bergantung pada satu alat.
Jadi, ketika tagihan listrik Agustus 2026 naik, jangan langsung menganggap tarif PLN meningkat. Periksa pemakaian kWh, kebiasaan menggunakan water heater, durasi pemanasan, pengaturan suhu, serta penggunaan berbagai peralatan listrik di rumah. (mdr)
















