Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cara Menghindari Modus Penipuan E-Wallet yang Kembali Terjadi

Tips Aman Hindari Penipuan E Wallet yang Marak LagiTips Aman Hindari Penipuan E Wallet yang Marak Lagi

BANYUMASEKSPRES.ID, Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola transaksi masyarakat. Dengan adanya fitur canggih dalam transaksi digital memudahkan berbagai macam transaksi.

Dompet digital atau e-wallet kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, mulai dari membayar belanja kebutuhan harian, transaksi online, hingga pembayaran biaya pendidikan.

Namun di balik kemudahan tersebut, risiko kejahatan siber juga semakin meningkat dan mengincar pengguna e-wallet sebagai target utama. Maraknya penipuan online menjadi tantangan serius di era digital.

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kerugian akibat kejahatan siber pada periode November 2024 hingga Januari 2025 mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp476 miliar.

Tidak hanya itu, hingga pertengahan tahun 2025 tercatat lebih dari 1,2 juta laporan penipuan digital yang masuk ke sistem pengaduan publik nasional. Modus penipuan digital semakin beragam dan sulit dikenali.

Pelaku kejahatan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi seperti panggilan telepon, pesan singkat (SMS), layanan pesan instan, surat elektronik, hingga tautan palsu yang menyerupai situs resmi.

Strategi Jitu Menghindari Modus Penipuan Dompet Digital

Dalam banyak kasus, penipu menyamar sebagai pihak resmi dari penyedia layanan e-wallet dengan tujuan mengelabui korban agar memberikan data pribadi atau melakukan transfer dana.

Kondisi ini membuat pengguna e-wallet perlu meningkatkan kewaspadaan saat menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.

Salah satu kesalahan umum adalah panik dan langsung mengikuti instruksi pelaku tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Padahal, langkah sederhana seperti mengecek keaslian nomor atau tautan dapat mencegah kerugian finansial yang besar.

Menjawab tantangan tersebut, dompet digital DANA menghadirkan fitur perlindungan tambahan berupa Jaminan Anti Penipuan melalui Scam Checker atau Cek Risiko Penipuan.

Fitur ini tersedia dalam menu DANA Protection dan dirancang untuk membantu pengguna memverifikasi keaslian pihak yang mengaku sebagai perwakilan DANA.

Dalam fitur-fitur di Dana menawarkan keamanan bertransaksi ada beberapa cara yang bisa diikuti.

Dengan adanya fitur ini, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak apakah sebuah nomor atau pesan benar-benar resmi atau justru bagian dari modus penipuan.

Scam Checker memungkinkan pengguna melakukan pengecekan secara praktis terhadap nomor telepon, akun media sosial, tautan, hingga nomor rekening yang mengatasnamakan DANA.

Sistem ini terintegrasi langsung dengan basis data milik Komdigi, sehingga hasil pengecekan lebih akurat dan terpercaya.

Selain itu, pengguna juga dapat melaporkan nomor atau akun yang terbukti melakukan penipuan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Untuk menggunakan fitur Scam Checker di aplikasi DANA, langkah-langkahnya cukup mudah. Pertama, buka aplikasi DANA dan masuk ke akun Anda menggunakan data login yang valid.

Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan versi resmi dan terbaru agar seluruh fitur keamanan dapat berfungsi optimal.

Setelah berhasil masuk, cari menu DANA Protection yang tersedia di halaman utama atau melalui menu pengaturan.

Di dalamnya, pilih fitur Scam Checker atau Cek Risiko Penipuan. Pengguna dapat memasukkan nomor telepon, tautan, atau akun media sosial yang mencurigakan untuk dilakukan pengecekan.

Sistem Scam Checker akan memproses data yang dimasukkan dan menampilkan informasi apakah kontak tersebut terverifikasi sebagai pihak resmi DANA atau terindikasi sebagai penipuan.

Dengan hasil tersebut, pengguna dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari risiko kebocoran data maupun kehilangan saldo.

Selain memanfaatkan fitur keamanan dari penyedia e-wallet, pengguna juga disarankan untuk menerapkan kebiasaan digital yang aman.

Hindari membagikan kode OTP, PIN, atau data pribadi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai layanan resmi.

Penyedia e-wallet umumnya tidak pernah meminta informasi sensitif melalui pesan atau panggilan pribadi.

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital, rasa aman menjadi faktor penting dalam menggunakan e-wallet.

Oleh karena itu, memilih layanan yang dilengkapi fitur perlindungan berlapis menjadi langkah bijak untuk meminimalkan risiko kejahatan siber.

Dengan kewaspadaan dan pemanfaatan fitur keamanan seperti Scam Checker, pengguna dapat bertransaksi secara lebih aman, nyaman, dan tenang menggunakan dompet digital DANA.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Prabowo Teken UU KUHAP

Presiden Prabowo Tandatangani KUHAP Baru, Reformasi Hukum Indonesia Dimulai 2026

Berita Selanjutnya
Hyundai Recall 51 Ribu Unit Tucson

Hyundai Recall 51 Ribu Unit Tucson 2022-2024 Akibat Risiko Kebakaran Kabel Trailer