BANYUMASEKSPRES.ID, PARIS – Duel sengit antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munich dalam lanjutan Liga Champions berubah menjadi drama besar yang penuh emosi setelah Luis Diaz mencetak dua gol sekaligus mendapatkan kartu merah.
Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Rabu (5/11) dini hari WIB itu, berakhir dengan kemenangan Bayern 2-1 atas juara Liga Champions Eropa musim lalu walau mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Bayern musim ini menjadi 16 kemenangan beruntun di semua kompetisi serta menandai kekalahan pertama PSG di fase grup.
Luis Diaz, yang baru bergabung dengan Bayern dari Liverpool dengan nilai transfer sebesar £65,5 juta (sekitar Rp1,4 triliun), tampil cemerlang di babak pertama.
Pemain sayap asal Kolombia tersebut mencetak dua gol yang membuat Bayern unggul 2-0 dan seolah menjadi bintang utama pertandingan malam itu.
Namun, kegemilangannya harus terhenti secara dramatis ketika masa tambahan waktu babak pertama karena sebuah insiden serius.
Diaz melakukan tekel keras yang membahayakan terhadap Achraf Hakimi sehingga bek asal Maroko itu harus meninggalkan lapangan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Wasit Maurizio Mariani awalnya hanya memberikan kartu kuning kepada Diaz, tetapi setelah tinjauan panjang melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut ditingkatkan menjadi kartu merah langsung.
Dengan insiden ini, Diaz mencatat rekor unik dan tak diinginkan sebagai pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mencetak dua gol dan mendapatkan kartu merah dalam babak yang sama.
Permasalahan PSG tidak berhenti hanya pada insiden Diaz. Sebelum kejadian tersebut, mereka sudah lebih dulu kehilangan Ousmane Dembele di menit ke-25 akibat cedera yang mengganggu otot hamstringnya.
Pemenang Ballon d’Or 2025 itu harus ditarik keluar dari lapangan setelah kembali merasakan nyeri pada bagian tubuh yang sama, cedera yang sudah beberapa kali menghantuinya sepanjang musim ini.
Kehilangan dua pemain kunci ini membuat lini serang PSG terlihat kurang tajam.
Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Joao Neves pada menit ke-74 setelah menerima umpan silang dari Lee Kang-in, tuan rumah tetap gagal menemukan gol penyeimbang hingga peluit akhir dibunyikan.
Kemenangan ini menegaskan konsistensi luar biasa Bayern Munich di bawah asuhan pelatih Vincent Kompany.
Tim asal Jerman tersebut kini menjadi salah satu dari dua tim di Liga Champions musim ini yang masih menyapu bersih semua pertandingan mereka dengan kemenangan.
Kekalahan bagi PSG bukan sekedar angka di papan skor, tetapi juga peringatan serius menjelang dua laga tersisa di fase grup.
Kehilangan Hakimi dan Dembele dapat berdampak signifikan terhadap performa mereka dalam beberapa pekan mendatang.
Situasi ini memerlukan strategi penanganan khusus oleh pelatih untuk memastikan bahwa tim mampu bangkit dan mengatasi tantangan cedera pemain kunci mereka.
Sementara itu, keberhasilan Bayern Munich tidak hanya menunjukkan kekuatan taktik Vincent Kompany tetapi juga kedalaman skuad klub tersebut yang mampu bertahan meski berada dalam situasi sulit seperti bermain dengan sepuluh pemain melawan tim sekelas PSG.
Dengan kemenangan ini Bayern bukan hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka tetapi juga semakin memperkokoh posisi mereka sebagai salah satu favorit untuk memenangkan gelar Liga Champions musim ini. (*/dda)
















