BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di tengah upaya pemulihan lingkungan, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Kaliku Rawalo menyusun inisiatif strategis berupa program suaka perikanan dan konservasi mata air dengan memanfaatkan metode reboisasi di kawasan hutan Perhutani sekitar Desa Sidamulih dan Tambaknegara.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi dampak negatif dari gangguan ekosistem perairan dan hutan, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang ada.
Ahmad Saebani, anggota Pokmaswas Lestari Kaliku, menjelaskan bahwa program ini terinspirasi oleh dampak flushing Bendung Mrica yang baru-baru ini terjadi.
Kejadian tersebut telah memengaruhi populasi ikan endemik di wilayah Rawalo secara signifikan.
“Suaka perikanan sebagai langkah jangka panjang menanggulangi kelangkaan ikan endemik,” ungkap Saebani kepada awak media pada Jumat (16/1).
Selain itu, praktik penangkapan ikan yang merusak atau dikenal sebagai destructive fishing yang pernah marak di Kecamatan Rawalo turut berkontribusi pada penurunan drastis populasi ikan endemik.
Situasi ini memicu Pokmaswas untuk segera menjalankan program suaka perikanan sebagai solusi mendesak bagi permasalahan tersebut.
Namun, perhatian Pokmaswas tidak hanya tertuju pada pelestarian ikan saja. Program ini juga mencakup konservasi mata air sebagai fokus utama lainnya.
Terdapat sembilan desa di Kecamatan Rawalo, dengan empat desa di antaranya dikelilingi kawasan hutan.
Ironisnya, meski berada dekat sumber daya air alami, dalam tiga tahun terakhir keempat desa tersebut justru menjadi penerima bantuan air bersih dari luar daerah.
“Seharusnya, idealnya mampu swasembada air dari pegunungan,” ujar Saebani menambahkan.
Program reboisasi yang diusulkan bertujuan memulihkan populasi ikan endemik sekaligus menjaga keberlanjutan debit mata air.
Selain itu, langkah ini juga diarahkan sebagai upaya mitigasi bencana serta bagian dari kontribusi jangka panjang menuju wilayah rendah emisi karbon (low carbon) di Kecamatan Rawalo.
Dalam penyusunan program ini, Pokmaswas Lestari Kaliku menggandeng sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk memastikan bahwa rencana tersebut didasarkan pada kajian ilmiah dan data yang valid.
Kolaborasi dengan kalangan akademis diharapkan membantu mengumpulkan data otentik yang diperlukan dalam penyusunan program suaka perikanan dan konservasi mata air secara komprehensif.
“Pendampingan akademisi untuk pengumpulan data guna menyusun program suaka sangat penting,” tambah Saebani lagi, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam bidang lingkungan guna mencapai hasil yang optimal.
Melalui upaya reboisasi ini, Pokmaswas Lestari Kaliku berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar Kecamatan Rawalo.
Dengan demikian, diharapkan pula terjadi peningkatan kualitas hidup bagi penduduk setempat melalui ketersediaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan terjaga.
Tantangan terbesar dalam pelaksanaan program ini adalah memastikan partisipasi aktif masyarakat lokal serta dukungan dari pihak-pihak terkait agar tujuan pelestarian lingkungan dapat tercapai secara maksimal.
Upaya kolektif dari berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses dalam merealisasikan visi jangka panjang Pokmaswas Lestari Kaliku untuk mewujudkan ekosistem alam yang seimbang dan berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.(fij/stch/dda)
















