BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Insiden kebakaran yang mengguncang Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada Jumat (16/1) pagi menjadi peringatan penting bagi masyarakat mengenai bahaya kelalaian dalam penggunaan api.
Kebakaran ini terjadi di rumah seorang warga RT 01 RW 03, dan dugaan awal mengarah pada tungku dapur yang ditinggal menyala setelah digunakan memasak.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, menuturkan bahwa pihaknya mendapat laporan pertama kali pada pukul 06.40 WIB dari seorang warga bernama Nolan.
“Setelah menerima laporan, Regu 3 Damkar Induk langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” ungkap Andaru kepada awak media.
Regu pemadam kebakaran berangkat sekitar pukul 06.45 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tepat pukul 07.05 WIB.
Proses pemadaman berjalan efisien dan hanya memerlukan waktu lima menit untuk mengendalikan api sepenuhnya, yaitu pada pukul 07.10 WIB.
Menurut keterangan saksi mata, kebakaran tersebut bermula ketika pemilik rumah, Karsim, meninggalkan rumah menuju sawah setelah selesai memasak dengan meninggalkan tungku dalam keadaan menyala.
Kondisi ini memungkinkan api merambat cepat ke tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar tungku hingga akhirnya membesar.
“Melihat api mulai membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal menggunakan air,” jelas Andaru lebih lanjut.
Saksi lain segera menghubungi Call Center Damkar untuk mendapatkan bantuan profesional dalam menangani situasi darurat ini.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Api juga tidak sempat merambat ke bagian lain dari rumah sehingga kerugian material dapat diminimalisir.
Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan sumber api di dapur.
Andaru Budilaksono menekankan pentingnya perhatian ekstra saat meninggalkan rumah dengan memastikan tidak ada api yang masih menyala agar risiko kebakaran dapat diminimalisir.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah guna mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya dengan tegas.
Kebakaran yang terjadi di Desa Batuanten ini menyoroti betapa pentingnya edukasi mengenai keselamatan penggunaan api untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan oleh kelalaian sangat diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain itu, kesiapan serta respon cepat dari tim pemadam kebakaran juga menjadi faktor krusial dalam penanganan situasi darurat seperti ini.
Kerja sama antara warga setempat dengan pihak berwenang terbukti mampu meminimalkan dampak buruk dari bencana tersebut.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan rentannya kondisi jika tidak ada upaya pencegahan yang memadai dan langkah-langkah preventif yang seharusnya dilakukan setiap kali menggunakan sumber api di dapur atau tempat lainnya.
Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan dalam penggunaan peralatan masak tradisional seperti tungku agar situasi serupa dapat dihindari di kemudian hari.
Dengan demikian, harapan bahwa peristiwa tragis semacam ini tidak terulang lagi bisa tercapai melalui peningkatan kesadaran dan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. (zet/stch/dda)
















