Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Fadly Faisal Tampil di Film Paket Santet, Akui Percaya dan Tak Percaya soal Santet

Bintangi Film Paket SantetBintangi Film Paket Santet
Fadly Faisal

BANYUMASEKSPRES.ID, Fadly Faisal kembali menunjukkan perkembangan kariernya di dunia akting dengan membintangi film horor terbaru berjudul Paket Santet.

Dalam film ini, kakak dari Fuji tersebut dipercaya memerankan karakter Ale, sosok yang memiliki kepribadian tenang, misterius, dan menyimpan banyak rahasia yang menjadi bagian penting dalam jalannya cerita.

Meski berperan sebagai salah satu karakter utama, Fadly mengaku tidak bisa mengungkap terlalu banyak detail mengenai tokoh Ale.

Menurutnya, karakter tersebut memang sengaja dirancang penuh teka-teki sehingga penonton akan menemukan sendiri berbagai fakta mengejutkan saat menyaksikan film di bioskop.

“Karakter Ale ini lumayan cool. Di trailer juga terlihat cukup misterius, jadi nggak bisa saya jelaskan banyak,” ujar Fadly Faisal.

Dalam alur cerita Paket Santet, Ale merupakan seorang mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus.

Ia memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat dengan karakter Deva.

Kedekatan keduanya sudah terjalin sejak lama sehingga berbagai perdebatan, baik kecil maupun besar, menjadi hal yang biasa dalam hubungan mereka.

Namun, kehidupan mereka berubah ketika serangkaian peristiwa misterius mulai terjadi.

Berbagai kejadian yang sulit dijelaskan membawa Ale dan teman-temannya masuk ke dalam situasi yang dipenuhi ketegangan, rahasia, dan ancaman supranatural.

Karakter Ale pun menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap misteri yang berkembang sepanjang film.

Di balik nuansa horor yang mencekam di layar, suasana selama proses produksi justru berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Fadly menceritakan bahwa chemistry antarpemain terbangun secara alami karena mereka sering menghabiskan waktu bersama ketika jeda syuting.

Menurutnya, para pemain kerap membuat konten media sosial, berbincang santai, hingga menikmati kopi bersama sebelum memulai proses pengambilan gambar.

Kebersamaan tersebut membuat hubungan antarpemeran semakin dekat sehingga mempermudah mereka membangun emosi dalam setiap adegan.

“Saya sama Fatih juga suka bercanda. Setiap pagi sebelum syuting dia biasanya bikin kopi, terus kami ngobrol bareng,” ungkap Fadly.

Ia bahkan sempat melontarkan candaan bahwa Fatih memiliki kemampuan meracik kopi yang layak dijadikan peluang usaha.

Menurut Fadly, rekannya tersebut tidak hanya berbakat sebagai aktor, tetapi juga berpotensi menjadi barista maupun influencer karena sering membuat kopi untuk seluruh pemain di lokasi syuting.

Selain membahas pengalaman syuting, Fadly juga memberikan pandangannya mengenai tema supranatural yang menjadi inti cerita film Paket Santet.

Ia mengaku memiliki sikap yang cukup terbuka terhadap berbagai fenomena mistis, termasuk praktik santet yang masih sering menjadi perbincangan di masyarakat.

Menurut Fadly, dirinya berada di posisi percaya sekaligus tidak sepenuhnya percaya.

Ia mengaku sering mendengar pengalaman dari teman-temannya yang mengaku pernah melihat atau mengalami kejadian yang dikaitkan dengan santet.

Namun, di sisi lain, ia juga menilai bahwa kondisi psikologis seseorang bisa memengaruhi cara seseorang memandang suatu peristiwa.

“Saya percaya mungkin ada yang memang karena kiriman orang. Tapi saya juga percaya kadang ada pengaruh dari pikiran kita sendiri. Jadi menurut saya ada dua sisi,” jelasnya.

Meski memiliki pandangan yang seimbang, Fadly memilih untuk tidak bersikap terlalu skeptis terhadap hal-hal yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah.

Baginya, manusia perlu tetap rendah hati dan menyadari bahwa tidak semua fenomena dapat dipahami hanya dengan logika semata.

Melalui film Paket Santet, Fadly Faisal berharap penonton tidak hanya menikmati ketegangan dan unsur horor yang disajikan, tetapi juga dapat mengikuti alur misteri yang penuh kejutan hingga akhir cerita.

Kehadirannya sebagai Ale menjadi salah satu daya tarik utama film ini sekaligus menambah daftar proyek akting Fadly yang terus berkembang di industri perfilman Indonesia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Gunung Bromo Diselimuti Embun Upas

Mengenal Volcano Tourism, Tren Wisata Petualangan yang Semakin Populer di Indonesia

Berita Selanjutnya
Dindagkopukm Dorong UMKM Bentuk Koperasi

Dindagkop UKM Purbalingga Dorong UMKM Bentuk Koperasi, Begini Manfaatnya bagi Pengembangan Usaha