BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG — Pengumuman Menteri Keuangan yang memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2026 disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk industri rokok dan petani tembakau di Kabupaten Temanggung.
Kebijakan ini dipandang sebagai angin segar yang membawa dampak signifikan bagi pabrikan rokok dan para petani tembakau yang bergantung pada industri tersebut.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut memberikan sinyal positif bagi pabrikan rokok, yang secara langsung akan berdampak pada penyediaan bahan baku dan kesejahteraan petani tembakau.
“Sinyal positif dari Menteri Keuangan terkait tidak adanya kenaikan cukai 2026, tentu akan berimplikasi ke pabrikan. Kalau pabrikan menanggapi positif, otomatis dampaknya juga dirasakan petani,” kata Agus pada Kamis (2/10).
Keputusan ini sudah menunjukkan pengaruhnya terhadap pergerakan saham di sektor industri hasil tembakau. Saham-saham yang sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 kini telah melonjak hingga mencapai Rp14.650, bahkan sempat menyentuh angka Rp15 ribu.
“Alhamdulillah, keputusan ini memberi efek nyata. Emiten seperti Gudang Garam yang dulu masih di bawah delapan ribu, kini sudah naik signifikan. Ini sinyal positif,” tegas Agus.
Selain itu, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk meminta audiensi khusus membahas persoalan pertembakauan dari sudut pandang petani.
“Saya ingin bisa menyampaikan langsung masukan terkait kondisi on farm, karena urusan saya adalah petani tembakau,” ujarnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Manager Purchasing PT Djarum, Agung Sofani, memberikan pandangan serupa mengenai keputusan pemerintah ini. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat berarti bagi pabrikan rokok karena kenaikan cukai memiliki dampak langsung terhadap harga produk dan kemampuan perusahaan dalam membeli bahan baku.
“Cukai itu otomatis berdampak ke harga produk. Jika tahun depan tidak ada kenaikan, kami menyambut sangat positif. Sebab, kalau cukai naik, profit kami tergerus dan kemampuan membeli tembakau berkurang. Ini kabar baik bagi semua pihak,” pungkas Agung.
Keputusan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi para pelaku industri tetapi juga memberikan harapan baru bagi para pekerja yang sehari-hari bergelut dalam proses produksi di gudang-gudang tembakau di Temanggung.
Mereka turut merasakan dampak positif dari stabilitas kebijakan cukai yang memberikan kepastian usaha dalam jangka panjang. Industri rokok merupakan salah satu sektor ekonomi vital bagi Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.
Dengan tidak adanya kenaikan tarif cukai pada tahun 2026 mendatang, diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasaran nasional maupun internasional.
Keberlanjutan industri ini memang sangat bergantung pada kebijakan fiskal pemerintah terutama terkait tarif cukai yang selama ini menjadi salah satu faktor penentu utama harga jual produk rokok di pasaran.
Dengan adanya keputusan ini para pelaku industri merasa lebih optimis dalam merencanakan strategi bisnis mereka ke depan tanpa harus khawatir menghadapi lonjakan biaya produksi akibat kenaikan tarif cukai.
Bagi para petani tembakau khususnya di Temanggung keputusan ini juga menjadi berita baik karena mereka bisa berharap mendapatkan harga jual yang lebih baik untuk hasil panen mereka ke depannya.
Dalam beberapa tahun terakhir harga tembakau sempat mengalami fluktuasi tajam akibat berbagai faktor termasuk perubahan kebijakan fiskal sehingga membuat banyak petani merasa tertekan secara ekonomi.
Dengan kebijakan baru ini Bupati Agus Setyawan berharap agar para petani bisa lebih fokus meningkatkan kualitas hasil panennya tanpa harus merasa khawatir terhadap ketidakpastian pasar.
Lebih lanjut menurut Agus Setyawan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pusat sangat penting dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar dapat mengakomodir kepentingan semua pihak.
Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bukan hanya bagi kalangan pengusaha besar tapi juga hingga level terbawah yaitu para buruh tani maupun pekerja pabrik rokok. (*/dda)
















