Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Daftar Beasiswa Studi Singkat Australia, Fokus pada Literasi Media Digital

Beasiswa studi singkat australiaBeasiswa studi singkat australia
Kedutaan Besar Australia di Indonesia membuka beasiswa studi singkat selama dua minggu dengan tema melawan misinformasi dan disinformasi digital.

BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar baik buat kamu yang aktif di dunia jurnalistik, media digital, atau komunitas literasi informasi. Kedutaan Besar Australia di Indonesia resmi membuka pendaftaran beasiswa studi singkat ke Australia selama dua minggu.

Program ini terbuka hingga 28 November 2025, dan dirancang untuk memperkuat kemampuan para profesional Indonesia dalam melawan arus misinformasi dan disinformasi di era digital.

Beasiswa ini mengusung tema “Tantangan Misinformasi dan Disinformasi: Meningkatkan Integritas Informasi dan Literasi Media dalam Era Digital.”

Fokus utama program ini adalah membangun kapasitas jurnalis, pembuat kebijakan, aktivis, pembuat konten, hingga influencer agar mampu menciptakan lingkungan informasi yang lebih sehat.

Peserta akan mengikuti berbagai metode pembelajaran, mulai dari sesi kelas, diskusi interaktif, studi kasus, hingga kunjungan lapangan di Australia.

Setelah itu, mereka akan diminta mengembangkan proyek individu atau kelompok sebagai bentuk penerapan dari ilmu yang diperoleh selama program berlangsung.

Menurut keterangan resmi dari situs Kedutaan Besar Australia di Indonesia, kuota untuk program ini dibatasi hanya 25 peserta. Jadi, proses seleksi akan cukup ketat.

Untuk bisa mendaftar, calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Calon penerima beasiswa diwajibkan memiliki pengalaman kerja minimal empat tahun di bidang yang relevan.

Program ini terbuka untuk berbagai kalangan, di antaranya jurnalis dan editor, organisasi pemeriksa fakta, anggota Dewan Pers, serta perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum.

Selain itu, influencer, akademisi, komunitas daring, serta lembaga pemerintah seperti Kementerian Kominfo dan Digital, Kementerian Luar Negeri, hingga Bappenas juga menjadi sasaran utama program ini.

Tak hanya itu, pendaftar harus berasal dari lembaga yang telah berkontribusi dalam pengembangan media digital, khususnya yang memiliki program literasi media atau kegiatan melawan misinformasi dan disinformasi.

Kualifikasi pendidikan minimal yang disyaratkan adalah Diploma 3 (D3). Peserta juga diwajibkan berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian program secara penuh dan siap menyebarkan hasil pembelajaran kepada rekan kerja di lingkungannya.

Syarat lain yang tak kalah penting, pelamar harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris profesional, karena seluruh kegiatan akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Selain itu, mereka yang sudah pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Australia tidak diperkenankan untuk ikut serta.

Pihak Kedutaan Besar juga mendorong perempuan dari kalangan kurang mampu serta penyandang disabilitas untuk melamar.

Untuk melengkapi pendaftaran, pelamar diminta mengirimkan CV dan tanggapan tertulis terhadap kriteria seleksi.

Peserta juga harus memastikan tidak memiliki status sebagai penduduk tetap Australia, tidak sedang mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap, serta bukan anggota militer aktif.

Mereka juga tidak boleh menikah atau bertunangan dengan warga yang memiliki status penduduk tetap Australia atau Selandia Baru.

Beasiswa ini hanya diperuntukkan bagi warga yang bekerja di Indonesia di bidang yang relevan dengan tema program. Penting untuk dicatat bahwa program ini tidak menanggung biaya visa atau pendanaan bagi anggota keluarga peserta.

Meski begitu, manfaat yang ditawarkan cukup menggiurkan. Peserta akan mendapatkan biaya perjalanan pulang-pergi ke lokasi pelatihan pra dan pasca-kursus, serta tiket penerbangan menuju dan dari Australia.

Selama program berlangsung, peserta juga memperoleh akomodasi penuh, asuransi kesehatan mahasiswa internasional, dan uang saku harian sebesar AUD 82,20 atau sekitar Rp894.602 per hari.

Selain fasilitas tersebut, peserta juga akan difasilitasi dalam pengurusan visa pelajar ke Australia dan mendapatkan tempat tinggal yang nyaman selama masa studi.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat bisa langsung mengunjungi laman resmi Kedutaan Besar Australia.

Program beasiswa ini menjadi kesempatan berharga bagi profesional Indonesia untuk belajar langsung tentang integritas informasi dan literasi media digital di salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Jangan lewatkan peluang ini untuk memperdalam pengetahuan sekaligus memperluas jaringan profesional di tingkat internasional. (vip)

Berita Sebelumnya
Oknum guru pppk terancam putus kontrak

Guru PPPK SMA Negeri 1 Jatilawang Dinonaktifkan Terkait Kasus Asusila Pada Siswi

Berita Selanjutnya
Jadi magnet baru pelajar dan mahasiswa gali sejarah lokal

Museum Wayang Banyumas Jadi Magnet Baru Pelajar dan Mahasiswa untuk Gali Sejarah Lokal