BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekolah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi akreditasi perpustakaan sekolah yang diikuti sejumlah perwakilan sekolah di Kabupaten Purbalingga, Rabu (8/7).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pihak sekolah dan para pustakawan mengenai pentingnya akreditasi perpustakaan sebagai upaya meningkatkan mutu layanan literasi di lingkungan pendidikan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai tata cara pendaftaran akreditasi secara mandiri melalui aplikasi Sipapi.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kabupaten Purbalingga, Ari Susanti, mengatakan bahwa akreditasi perpustakaan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap perpustakaan sekolah memiliki standar pelayanan yang baik, baik dari sisi koleksi, pengelolaan, sumber daya manusia, hingga pelayanan kepada pemustaka.
Menurutnya, Dinarpus sengaja menghadirkan asesor akreditasi dari Kabupaten Banyumas agar peserta memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang berpengalaman dalam proses penilaian akreditasi perpustakaan.
“Asesor di Kabupaten Purbalingga sebenarnya ada, namun sesuai ketentuan mereka tidak diperkenankan melakukan asesmen di wilayahnya sendiri. Karena itu kami menghadirkan asesor dari Kabupaten Banyumas untuk memberikan materi sekaligus berbagi pengalaman terkait proses akreditasi perpustakaan,” jelas Ari.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan akreditasi, dokumen yang harus dipersiapkan, hingga proses pengisian data melalui aplikasi Sipapi yang menjadi sistem resmi dalam pengajuan akreditasi perpustakaan.
Ari berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapan sekolah dalam mengikuti proses akreditasi.
Ia juga meminta para pengelola perpustakaan mulai melakukan inventarisasi terhadap berbagai kebutuhan dan kendala yang masih dihadapi agar dapat segera diperbaiki sebelum proses penilaian berlangsung.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap sekolah dan pustakawan semakin siap menghadapi akreditasi. Berbagai kekurangan bisa mulai diidentifikasi sehingga dapat segera dibenahi,” ujarnya.
Menurut Ari, akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan perpustakaan secara berkelanjutan.
Dengan adanya standar yang jelas, perpustakaan sekolah diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada siswa maupun tenaga pendidik.
Ia menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung proses belajar mengajar sekaligus membangun budaya literasi sejak dini.
Karena itu, kualitas pengelolaan perpustakaan harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia pendidikan.
“Perpustakaan sekolah merupakan tempat yang paling dekat dengan siswa maupun wali murid. Melalui perpustakaan yang berkualitas, budaya membaca dapat terus ditumbuhkan sehingga tingkat literasi masyarakat juga semakin meningkat,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, akreditasi juga diharapkan mampu mendorong sekolah untuk terus mengembangkan koleksi buku, memperbaiki fasilitas, memanfaatkan teknologi informasi, serta meningkatkan kompetensi pustakawan dalam mengelola perpustakaan secara profesional.
Dinarpus Kabupaten Purbalingga menilai keberhasilan program literasi di sekolah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya koleksi buku, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan perpustakaan yang mampu memberikan layanan menarik, nyaman, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Melalui sosialisasi ini, Dinarpus berharap semakin banyak perpustakaan sekolah di Kabupaten Purbalingga yang berhasil memperoleh akreditasi sehingga kualitas layanan pendidikan dan budaya literasi di daerah dapat terus meningkat.
Ke depan, Dinarpus juga akan terus memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah yang sedang mempersiapkan proses akreditasi agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. (alw/stch/dda)
















