Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pendaftaran Murid Baru Madrasah di Banyumas Tetap Berjalan Meski Izin Operasional Masih Diproses

Tiga Madrasah Tunggu Izin OperasionalTiga Madrasah Tunggu Izin Operasional
BELAJAR MENGAJAR: Salah satu MI baru di Banyumas mampu bersaing dalam penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tiga madrasah baru di Kabupaten Banyumas masih menunggu penerbitan izin operasional dari pemerintah pusat menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027.

Meski proses administrasi belum sepenuhnya rampung, ketiga lembaga pendidikan tersebut telah membuka pendaftaran peserta didik baru karena seluruh tahapan perizinan dinilai tinggal menunggu keputusan akhir.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, HM Wahyu Fauzi Aziz, menjelaskan ketiga madrasah tersebut terdiri atas dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di Kecamatan Kalibagor dan Ajibarang, serta satu Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan Tambak.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap keberadaan madrasah baru tersebut cukup tinggi.

Bahkan, Madrasah Aliyah di Kecamatan Tambak dikabarkan mampu menjaring sekitar 60 peserta didik baru pada masa penerimaan tahun ajaran 2026/2027.

Fauzi mengatakan proses penerimaan peserta didik baru di madrasah masih terus berlangsung.

Hingga pertengahan Juli, pihak Kemenag Banyumas masih melakukan pendataan jumlah siswa baru karena sebagian besar madrasah masih melaksanakan kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) sebagai bagian dari pengenalan lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, hasil sementara menunjukkan kondisi yang beragam.

Beberapa madrasah mengalami peningkatan jumlah peserta didik baru dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, terdapat pula sejumlah madrasah yang mengalami penurunan jumlah pendaftar.

Karena proses pendataan belum selesai, Kemenag Banyumas belum dapat menyimpulkan secara keseluruhan apakah jumlah murid baru di seluruh madrasah tahun ini mengalami peningkatan atau justru penurunan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.

Fauzi juga menanggapi masih adanya kursi kosong di sejumlah sekolah negeri pada tahun ajaran baru.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh madrasah agar terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga tetap menjadi pilihan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan faktor penting dalam keberlangsungan lembaga pendidikan.

Oleh sebab itu, setiap madrasah perlu menjaga mutu pembelajaran, pelayanan kepada peserta didik, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

Selain itu, Fauzi mengingatkan agar persoalan internal yang melibatkan pengurus maupun yayasan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, konflik internal dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat dan memengaruhi jumlah peserta didik yang mendaftar setiap tahunnya.

Dengan tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah madrasah baru, Kemenag Banyumas berharap proses penerbitan izin operasional dari pemerintah pusat dapat segera diselesaikan.

Kehadiran tiga madrasah baru tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berbasis keagamaan sekaligus memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya pada tahun ajaran 2026/2027. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KPK Periksa Lima ASN BPK

KPK Periksa 5 ASN BPK Terkait Kasus Dugaan Suap Audit Muara Enim

Berita Selanjutnya
Dinkes Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Dinkes PPKB Kebumen Ajak Ayah Aktif Mengasuh Anak dan Bangun Keluarga Berkualitas