Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dishub Cabut Status Dua Terminal di Cilacap Karena Sepi Penumpang

Status dua terminal dicabutStatus dua terminal dicabut
Pedagang yang berjualan di kios yang ada di Terminal Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, aktivitas di sejumlah terminal mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Terminal-terminal yang dulunya ramai dengan kendaraan dan penumpang kini tampak lengang dan sunyi.

Hal ini tidak hanya berdampak pada para sopir angkutan umum tetapi juga dirasakan oleh para pedagang kios yang mengandalkan keramaian terminal untuk mendongkrak penjualan mereka.

Masikhin Jafar, Kepala UPTD Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, mengungkapkan bahwa kondisi terminal semakin memprihatinkan belakangan ini.

Jumlah armada yang beroperasi berkurang drastis karena biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh oleh para sopir.

“Banyak sopir mengeluh karena penghasilan tidak mencukupi untuk menutup biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan,” tuturnya kepada awak media pada Selasa (28/10).

Pergeseran preferensi masyarakat terhadap moda transportasi turut memperburuk situasi ini.

Moda transportasi seperti ojek konvensional maupun ojek online semakin diminati masyarakat karena menawarkan fleksibilitas dan tarif yang lebih terjangkau.

“Sekarang yang diuntungkan justru ojek,” tambah Masikhin.

Menurutnya, penumpang merasa lebih praktis menggunakan ojek sementara sopir angkutan umum perlahan kehilangan penumpangnya.

Dari delapan terminal yang sempat aktif di wilayah ini, kini hanya enam terminal yang masih beroperasi.

Terminal Sampang dan Terminal Wanareja telah dicabut statusnya karena tidak memenuhi syarat administratif dan operasional yang diperlukan untuk tetap berfungsi sebagai terminal resmi.

“Terminal tidak bisa disebut sebagai terminal kalau tidak ada kios aktif,” jelas Masikhin mengenai keputusan tersebut.

Enam terminal tipe C yang masih bertahan saat ini adalah Terminal Kroya dan Terminal Adipala di wilayah timur serta Terminal Kawunganten, Sidareja, Karangpucung, dan Majenang di wilayah barat Kabupaten Cilacap.

Namun demikian aktivitas di keenam terminal tersebut terus menurun dari hari ke hari, sebuah kondisi yang turut memengaruhi keberlangsungan usaha para pedagang kios.

Para pedagang kios merasakan dampak langsung dari penurunan aktivitas terminal ini.

Omzet penjualan mereka terus merosot seiring dengan menurunnya jumlah penumpang dan sopir angkutan umum yang singgah atau mangkal di area terminal.

Kondisi ini membuat mereka harus menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.

Meski demikian Masikhin menjelaskan bahwa hingga saat ini aktivitas di beberapa terminal masih terbantu oleh bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi hampir setiap hari.

“Kalau bukan karena bus AKAP, terminal makin mati,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Bus AKAP masih membawa penumpang lintas daerah sehingga sedikit banyak membantu menjaga pergerakan ekonomi di sekitar terminal meski dalam skala kecil.

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 turut memperburuk keadaan ini dengan membatasi mobilitas masyarakat secara lebih luas termasuk penggunaan transportasi umum seperti bus dan angkutan kota lainnya.

Masyarakat cenderung memilih moda transportasi pribadi atau layanan berbasis aplikasi daring ketika bepergian demi alasan keamanan kesehatan.

Kedepannya dibutuhkan langkah-langkah strategis dari pihak terkait termasuk Dinas Perhubungan setempat untuk merevitalisasi fungsi-fungsi vital dari terminal-terminal ini agar dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.

Perubahan pola perilaku pengguna transportasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam upaya menata sistem transportasi publik agar tetap relevan dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat modern saat ini.

Pengembangan infrastruktur serta inovasi layanan berbasis teknologi dapat menjadi salah satu solusi untuk menarik kembali minat masyarakat menggunakan layanan angkutan umum konvensional seperti bus dan mikrolet. (gia/dda)

Berita Sebelumnya
Bmkg peringatkan cuaca ekstrem

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Jawa Tengah, Warga Purwokerto Diminta Waspada

Berita Selanjutnya
Warga masih was was selamatkan sisa harta

Normalisasi Tebing Kapur di Ajibarang Dimulai, PT STAR dan DSM Turunkan Lima Alat Berat