Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Drone Custom Buatan Warga Adimulyo Kebumen Bisa Memancing dan Menyelamatkan Orang Hanyut di Pantai

Warga Adimulyo Buat Drone Custom untuk MancingWarga Adimulyo Buat Drone Custom untuk Mancing
RAKITAN: Wahid Hasyim (40) memperagakan pengoperasian drone custom rakitannya yang bisa digunakan untuk memancing di laut

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di Kecamatan Adimulyo, seorang inovator bernama Wahid Hasyim (40) berhasil menciptakan drone custom unik yang dapat digunakan untuk memancing dan menyelamatkan orang yang hanyut di pantai.

Ide ini berawal dari tantangan para pemancing yang membutuhkan drone dengan spesifikasi khusus, yaitu tahan angin kuat dan mampu membawa beban berat.

Tantangan ini disambut baik oleh Wahid, yang juga membuka jasa reparasi drone dan merasa tertantang untuk menciptakan drone sesuai kebutuhan tersebut.

Wahid menjelaskan bahwa proses pembuatan drone custom bukanlah hal yang mudah.

Kegagalan adalah bagian dari perjalanan, seperti halnya biaya tinggi yang harus dikeluarkan untuk riset dan pengembangan produk.

“Awalnya ditantang oleh pemancing, Mas coba buat drone yang spesifikasinya tahan angin, tahan bawa umpan berat,” kata Wahid kepada awak media pada Jumat (16/1).

Dalam menciptakan drone custom ini, Wahid bekerja sendiri mulai dari mencari suku cadang hingga merakitnya menjadi satu kesatuan.

Kreativitasnya sudah diasah sejak kecil, ia berkata, “Sejak kecil suka oprek, ada mainan apa kita oprek, kita cari tahu bagaimana cara kerjanya.”

Ketertarikannya pada teknologi telah membawanya untuk menciptakan empat jenis drone custom hingga saat ini.

Jenis-jenis tersebut meliputi drone empat baling-baling standar, drone empat baling-baling lipat, drone dilengkapi kamera, dan drone enam baling-baling.

Proses pembuatan setiap unit drone memakan waktu antara 20 hari hingga lebih dari satu bulan tergantung tingkat kompleksitasnya.

Harga jualnya berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 9 juta per unit. Drone custom buatan Wahid mampu mengangkat beban antara 1,5 kg sampai 3 kg.

Salah satu fitur yang membedakannya dari produk pabrikan adalah adanya fitur airdrop.

“Kita menjatuhkan umpan pancing tinggal pencet dari remote,” jelas Wahid.

Mengenai performa teknisnya, Wahid menerangkan bahwa ketinggian terbang maksimal dronenya mencapai 120 meter dengan daya jelajah hingga 2 km. Daya tahan terbang tanpa beban bisa mencapai sekitar 40 menit.

Ridwan (57), seorang pengguna asal Purworejo datang ke bengkel Wahid untuk memperbaiki dronenya yang biasa dipakai untuk memancing.

Menurut Ridwan, penggunaan drone dalam memancing sangat efektif karena mampu menjangkau area lebih jauh dan tepat sasaran dalam mendapatkan ikan besar.

“Jaraknya bisa 300 meter sampai 400 meter (bibir pantai),” ujarnya.

Ridwan juga berbagi pengalaman bagaimana dronenya pernah digunakan untuk menyelamatkan seorang wisatawan yang terseret arus laut di pantai wilayah Purworejo.

Drone tersebut digunakan untuk membawa pelampung ke arah wisatawan malang itu demi keselamatannya.

Inovasi Wahid Hasyim ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat diterapkan secara kreatif dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan solusi praktis bagi masalah-masalah nyata di lapangan.

Bermodal kreativitas dan keberanian menghadapi tantangan teknis serta finansial, Wahid telah mengukir namanya sebagai salah satu pelopor dalam kreasi teknologi di daerahnya.

Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi canggih seperti drone custom ini, diharapkan semakin banyak inovator lokal yang terinspirasi untuk mengembangkan potensi mereka sendiri.

Inovasi semacam ini tidak hanya membantu pekerjaan sehari-hari tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai bidang termasuk keselamatan dan penyelamatan di area pantai.(mam/dda)

Berita Sebelumnya
Hari Keenam, Pencarian Lansia Hilang Nihil

Masuki Hari Keenam, Pencarian Lansia Hilang di Pekuncen Banyumas Masih Nihil

Berita Selanjutnya
Persibangga Wajib Menang, Persibas Bidik Sapu Bersih

Derby Ngapak Memanas! Persibangga Kejar Kemenangan, Persibas Target Sapu Bersih Liga 4 Jateng